Nuzulul Qur`an

Setelah berbuka dan shalat di masjid dekat rumah, saya kembali ke rumah untuk menikmati sedikit makanan berat. Sambil menunggu waktu Isya, saya bersih-bersih kemudian berangkat ke Mesjid Pondok Indah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah dan dapat diakses dengan berjalan kaki saja.

Hari ini saya sempatkan untuk shalat Isya&tarawih&witir di Masjid PI untuk menyambut malam Nuzulul Qur`an dengan penceramah agama bpk. K.H. DR. Manarul Hidayah. Cukup menarik bahasannya dan bermakna dengan gaya pembawaan yang sangat memukai alias sangat sangat jenaka. Ini memang kali pertama saya mendengar ceramah dari seorang K.H. DR. Manarul Hidayah tersebut.

Point-point yang disampaikan oleh beliau kurang lebih sebagai berikut:
1. Seorang wartawan pernah bertanya kepada Bung Karno bahwasanya mengapa proklamasi kemerdekaan Indonesia dilaksakan pada tanggal 17 Agustus 1945?. Jawab beliau: Bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, 17 ramadhan (turunnya Al-qur`an), hari jumat (Sayyidul Ayyam– Tuan-nya hari atau yang lebih utama dari hari-hari lainnya). Serta 17 bermakna jumlah rakaat shalat lima waktu yang merupakan kewajiban seluruh umat Islam.

2. Bangsa Indonesia selalu terpuruk karena umat Islam di Indonesia telah jauh dari Al-qur`an dan Sunnah Rasulullah. Banyak umat Islam di Indonesia yang menjalankan shalat lima waktu tapi kerusakan, maksiat masih merajalela di negeri ini dan masih jauh dari negara yang Baldatun Thayyibah wa Rabbun Ghafur tidak lain karena pengamalan shalat tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bisa saja¬† shalat lima waktunya tertolak oleh Allah SWT karena tidak berilmu, segala sesuatu ada ilmunya- kata beliau. Berkaitan dengan negeri yang Baldatun Thayyibah wa Rabbun Ghafur, saya dapat sebuah link menarik tentang kisah banjir di negeri Saba’ (Link).

3. Negeri yang Baldatun Thayyibah wa Rabbun Ghafur hanya dapat tercapai jika para pemimpinnya dari level presiden sampai level hansip adalah orang-orang yang menegakkan shalat lima waktu sehari semalam.

4. Jumlah ulama semakin berkurang, orang tua saat ini lebih cenderung untuk membekali ilmu umum kepada anaknya daripada belajar/mendalami agama. Orang tua rela mengeluarkan uang berapa pun untuk pendidikan anak-anaknya seperti kursus bahasa inggris, matematika, dll. Tapi orang tua lupa untuk membekali ilmu agama kepada anak-anaknya. Kurangnya orang tua saat ini yang menginginkan anaknya untuk menjadi seorang ulama karena alasannya adalah “MATERI”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *