Perfect: satu kesan saat mendapatkan buku (free sample) dari Informatika Bandung

Tadi siang saya sudah dapat free sample buku karangan saya dari penerbit Informatika Bandung. Saya mendapatkan sepuluh (10) eksemplar gratis dari penerbit (terima kasih banyak). Setelah bolak-balik lembar demi lembarnya, saya perhatikan kualitas cetakan gambar begitu sempurna (tajam) dan penggunaan font yang tepat sehingga enak dibaca.

Semoga bermanfaat bagi pembaca walaupun harganya lumayan mahal. sebelum draft buku saya naik cetak, pihak penerbit sempat menanyakan apakah buku tersebut tidak ada pendamping DVD/CD?. Saya pun menanyakan balik, “Apakah penyertaan DVD/CD pendamping tentunya akan membuat harga buku semakin mahal karena jumlah halamannya saja sudah enam ratus (600) halaman lebih?”. Penerbit dengan mantab menjawab begini, “Jika orang butuh dan senang dengan isi materi yang dibahas di dalam buku tersebut, Insya Allah orang rela mengeluarkan uangnya untuk memiliki buku tersebut”.

Nuzulul Qur`an

Setelah berbuka dan shalat di masjid dekat rumah, saya kembali ke rumah untuk menikmati sedikit makanan berat. Sambil menunggu waktu Isya, saya bersih-bersih kemudian berangkat ke Mesjid Pondok Indah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah dan dapat diakses dengan berjalan kaki saja.

Hari ini saya sempatkan untuk shalat Isya&tarawih&witir di Masjid PI untuk menyambut malam Nuzulul Qur`an dengan penceramah agama bpk. K.H. DR. Manarul Hidayah. Cukup menarik bahasannya dan bermakna dengan gaya pembawaan yang sangat memukai alias sangat sangat jenaka. Ini memang kali pertama saya mendengar ceramah dari seorang K.H. DR. Manarul Hidayah tersebut.

Point-point yang disampaikan oleh beliau kurang lebih sebagai berikut:
1. Seorang wartawan pernah bertanya kepada Bung Karno bahwasanya mengapa proklamasi kemerdekaan Indonesia dilaksakan pada tanggal 17 Agustus 1945?. Jawab beliau: Bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, 17 ramadhan (turunnya Al-qur`an), hari jumat (Sayyidul Ayyam– Tuan-nya hari atau yang lebih utama dari hari-hari lainnya). Serta 17 bermakna jumlah rakaat shalat lima waktu yang merupakan kewajiban seluruh umat Islam.

2. Bangsa Indonesia selalu terpuruk karena umat Islam di Indonesia telah jauh dari Al-qur`an dan Sunnah Rasulullah. Banyak umat Islam di Indonesia yang menjalankan shalat lima waktu tapi kerusakan, maksiat masih merajalela di negeri ini dan masih jauh dari negara yang Baldatun Thayyibah wa Rabbun Ghafur tidak lain karena pengamalan shalat tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bisa saja¬† shalat lima waktunya tertolak oleh Allah SWT karena tidak berilmu, segala sesuatu ada ilmunya- kata beliau. Berkaitan dengan negeri yang Baldatun Thayyibah wa Rabbun Ghafur, saya dapat sebuah link menarik tentang kisah banjir di negeri Saba’ (Link).

3. Negeri yang Baldatun Thayyibah wa Rabbun Ghafur hanya dapat tercapai jika para pemimpinnya dari level presiden sampai level hansip adalah orang-orang yang menegakkan shalat lima waktu sehari semalam.

4. Jumlah ulama semakin berkurang, orang tua saat ini lebih cenderung untuk membekali ilmu umum kepada anaknya daripada belajar/mendalami agama. Orang tua rela mengeluarkan uang berapa pun untuk pendidikan anak-anaknya seperti kursus bahasa inggris, matematika, dll. Tapi orang tua lupa untuk membekali ilmu agama kepada anak-anaknya. Kurangnya orang tua saat ini yang menginginkan anaknya untuk menjadi seorang ulama karena alasannya adalah “MATERI”.

Tidak ikut berbuka puasa bersama di The Duck King Pondok Indah Mall (PIM)

Kemarin seharusnya jadwal buka bersama dengan bos dan teman-teman di The Duck King PIM II yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kantor dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki saja, namun undangan tersebut saya decline karena saya tidak terbiasa makan yang aneh-aneh termasuk bebek karena saya tidak pernah makan bebek.

Saya termasuk orang yang tidak suka mencoba-coba makan yang baru dan aneh-aneh. Biasanya kalau mau makan di luar, istri saya biasanya yang merekomendasikan tempat yang makanannya enak dan sesuai dengan selera saya. Terkadang saya merasa mual untuk makan di sesuatu tempat yang belum pernah saya coba jenis makannya sehingga saya tidak berani untuk mencoba makanan yang belum pernah saya coba sebelumnya.

Sebenarnya di restoran tersebut pastilah terdapat makanan lain selain bebek tapi otak saya sudah mengatakan tidak karena bebek tadi. Saya putuskan untuk berbuka puasa di rumah saja sekaligus bisa shalat magrib berjamaah di masjid dekat rumah.

Buat teman-teman yang lagi berbuka puasa di sana, selamat berbuka ya.

Mail server kawananu.com sudah normal kembali

Mail server debianindonesi.org sudah berjalan dengan normal. Ada beberapa hal yang penulis reconfigure ulang dan Alhamdullih saya sudah bisa menggunakan akun saya di mail server kawananu.com untuk berkomunikasi dengan orang lain. Pembaca juga tentunya dapat mengirimkan email ke saya melalui email kari@kawananu.com

Mail Server kawananu.com kembali bermasalah

Sejak dua (2) hari yang lalu mail server kawananu.com kembali bermasalah dan faktor penyebabnya masih kurang jelas. Dari logfile ada sebuah file konfigurasi bermasalah. kemarin saya coba utak-atik lagi tapi belum solve juga. Beberapa tahun lalu sempat juga bermasalah tapi indikasinya berbeda dengan saat ini (link here). Akibatnya email kari@kawananu.com belum bisa saya gunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain.