Myisha Kallista Abinaya

Telah lahir putri pertama kami di RS. Grestelina Makassar pada hari selasa, tanggal 18 Agustus 2009 pukul 12.50. Sungguh sebuah karunia yang sangat berharga karena lengkaplah keluarga kecil kami yang dapat menemani bundanya nanti saat sudah berada di Bandung. Ayahnya sendiri lebih banyak di Jakarta dan luar kota.

Memang kelahiran anak saya direncanakan di Makassar karena jika bundanya melahirkan di Bandung maka yang menemani dan menjaga di masa-masa awal pasca melahirkan mungkin saja hanya salah satu orang tua kami saja, sedangkan jika di Makassar banyak keluarga yang bisa menjaganya. Sehingga bisa ditinggal-tinggal tanpa rasa khawatir yang berlebih.

dsc_0465

Insya Allah tanggal 1 Oktober 2009 kami akan pulang ke Bandung bersama Naya (tepat 1 bulan 12 hari). semoga tidak ada apa-apa selama perjalanan tersebut mengingat usianya masih terlalu riskan untuk bepergian dengan pesawat terbang.

dsc_0515

Arti dari nama anak kami, Misya Kallista Abinaya: Wanita pemberi kehidupan yang cantik dan bersemangat.

Makassar - 28 August 2009

 

Pulang Kampung, Kerja dan Menanti Kelahiran

Hari ini selasa 29 Juli 2009 adalah hari dimana saya kembali untuk keluar kota setelah tiga minggu di kantor (Jakarta). Tujuannya adalah Makassar – Sulawesi Selatan. Syukur Alhamdulillah karena bisa bertemu kembali dengan istri yang sedang berada di Makassar untuk menunggu kelahiran anak kami yang pertama. Selain itu tentu saja dapat bertemu dengan kedua orang tua termasuk keluarga besar yang memang berada di Makassar.

Kehamilan istri saya sudah menginjak usia kandungan 8 lebih dan dokter memperkirakan kelahiran sang buah hati sekitar akhir bulan depan (Agustus 2009). Penerbangan kali ini adalah penerbangan paling akhir karena seluruh penerbangan Garuda rute Makassar penuh dan tersisa penerbangan terakhir yakni jam 9.10 PM. Pesawat dengan kode penerbangan G650 adalah pesawat Garuda yang akan melanjutkan penerbangan ke tanah Papua setelah transit di Makassar.

dsc_0458Gambar ini penulis ambil di salah satu sudut bandara Sukarno Hatta Jakarta. Karena belum makan di rumah (berangkat jam 05.00 PM) jadi belum waktunya makan, terpaksa harus mengganjal perut dengan makanan ringan sebelum pesawat berangkat karena di pesawat dapat makan malam walaupun sudah bukan jam makan malam lagi, tapi tidak mengapa setidaknya perut tidak terlalu kosong sampai ke Makassar.

Kali ini saya mampir di Roti Boy untuk beli roti sekaligus minum dan menikmati layanan free hotspot yang disediakan oleh pihak pengelola. Karena tempat duduk rata-rata penuh maka saya memutuskan untuk duduk di dekat Starbucks Coffee yang berada dalam satu lokasi yang sama.

Terus terang gaya hidup dengan makan makanan modern, nongkrong di café adalah sebuah gaya hidup yang cenderung hedonisme dan menjadi kebanggaan bagi kaum-kaum elit/berduit. Entah saya sendiri tidak menikmati jika menghabiskan waktu untuk nongkrong tidak jelas seperti ini. Mencoba melanjutkan tulisan ternyata sangat sulit karena saya sendiri bukan termasuk orang yang bisa berfikir/mengolah kata-kata di tengah keramaian café. Tapi bagi sebagian penulis mungkin tempat ini adalah tempat favorit bagi mereka.


Biar terkesan gaya, dan bisa menjadi kenangan di masa mendatang, saya mengambil beberapa photo untuk mengabadikan pengisi waktu ini sebelum pesawat berangkat. Suatu saat nanti saat anak saya besar, saya bisa menceritakan kalau ayahnya pernah nongkrong-nongkrong juga, Heehehehe. Biar anaknya bilang kalau ayah orangnya gaul padahal aslinya adalah KUPER (kurang pergaulan).

Oh iya target untuk menyelesaikan sebuah artikel untuk Infolinux terlaksana juga sebelum berangkat ke Makassar. Semalam artikel tersebut sudah saya submit ke Infolinux, tinggal menunggu keputusan dari mereka apakah artikel tersebut akan dimuat oleh majalah mereka atau tidak.

Tiga minggu berada di Jakarta, alhamdulillah sudah ada beberapa bab tulisan baru. Draft buku lainnya sedang menunggu proses seleksi kelayakan dari penerbit. Untuk tulisan yang belum rampung itu mungkin akan saya coba selesaikan di Makassar sambil bekerja, mendampingi istri karena saat inilah perhatian dan kasih sayang tentunya sangat diharapkan dari sang suami, juga masih bisa menyicil tulisan. Tinggal mengatur waktunya saja. Tetap semangat ya..

Sukarno Hatta Airport – 20.25 PM 29 Juli 2009 @Starbucks Coffee