Jarang di-Update

Setelah lama tidak membuka YM, siang ini saya coba untuk menggunakan e-buddy untuk chat. Namun tiba-tiba seorang sahabat/adik lab dulu pas zaman mahasiswa dulu berkomentar begini. Kok kawananu.com tidak pernah di-update? apa orang-orang dibaliknya masih ngoprek atau tidak lagi?.

Tersentak hati saya, Ups iya ya lama tidak membuka website kawananu.com dan tidak banyak orang yang memberi sumbangsi tulisan di sana. Yang sedang nongol di halaman depan adalah tulisan tyo. Oh iya maaf ya sempat saya edit tulisannya dengan menambahkan gambar-gambar biar lebih menarik untuk dibaca[tanpa pemberitahuan terdahulu].

Sebenarnya server tersebut sudah diserahkan ke komunitas debian-id.org dan akan digabung (debian-id dan debianindonesia) tapi sampai detik ini mungkin karena kesibukan masing-masing anggota komunitasi Debian GNU/Linux sehingga rencana tersebut urung terwujud. Rencana server debianindonesia akan dijadikan server buat planet.debian-id.org dan wiki.debian-id.org sedangkan webhost untuk situs www.debian-id.org tetap menggunakan hostingan yang lama.

NILAI PLUS DARI SEORANG PENULIS

writerKepuasan Batin

Perasaan yang dirasakan oleh seorang penulis mungkin akan berbeda satu sama lainnya. Yang penulis maksud di sini dapat berupa rasa senang sekaligus bangga jika hasil karya kita dibeli oleh orang lain atau hanya sekedar dibaca oleh orang lain juga tidak menjadi soal. Mungkin bagi seseorang yang belum pernah menghasilkan sebuah buku tidak akan pernah merasakan apa yang dirasakan oleh seorang penulis.

Rasa senang sekaligus bangga karena buku hasil karya kita ada di toko-toko buku merupakan salah satu dari sekian banyak nilai plus yang dapat dirasakan oleh seorang penulis. Apalagi jika buku tersebut merupakan buku pertama yang diterbitkan oleh penerbit.

Kemudahan untuk Mendapatkan Hal Lain

Sekedar berbagi pengalaman menarik yang pernah penulis alami saat baru menyelesaikan studi di bangku kuliah. Sebagai seorang fresh graduate mungkin tidak akan menjadi daya tarik bagi sebuah perusahaan besar. Cita-cita untuk langsung bekerja di salah satu vendor telekomunikasi asal Jerman mungkin belum terpikirkan. Banyak dari rekan penulis harus melalui dari sebuah perusahaan sub kontraktor dengan pekerjaan yang lumayan berat kemudian pindah ke perusahaan-perusahaan yang lebih besar.

Walaupun semua pekerjaan yang kita peroleh saat ini merupakan garis tangan yang di berikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, tapi penulis beranggapan bahwa garis tangan dan nasib bisa diusahakan dengan sebuah kerja keras bagi setiap insan.

Rasa syukur pun harus selalu dipanjatkan kepada Yang Maha Kuasa atas nikmat yang telah diberikan-Nya. Kembali ke pokok pembahasan tentang pengalaman menarik yang pernah penulis alami saat ingin melamar sebuah pekerjaan. Sebagai seorang fresh graduate dengan modal pembelajaran di bangku kuliah tidak dapat menjadi jaminan bisa diterima di perusahaan. Setiap tahunnya semua universitas akan menghasilkan sarjana dan jumlah yang diluluskannya pun tidak sedikit dan ini adalah saingan untuk berebut posisi di tempat kita melamar pekerjaan. Di Indonesia, perusahaan-perusahaan terkadang masih bersifat subyektif dalam menentukan orang-orang yang akan diseleksi dan kemudian diterima untuk menjadi seorang karyawan di perusahaan tersebut. Latar belakang pendidikan dari calon karyawan merupakan faktor penting dari seorang pelamar. Tidak bisa dipungkiri bahwa lulusan dari sebuah universitas yang cukup terpandang kemungkinan akan menjadi prioritas utama untuk bekerja dibanding dengan universitas lain yang belum cukup terkenal. Sistem senioritas juga terkadang tidak dapat dipungkiri bahwa adik-adik kelas mereka lah yang akan menjadi karyawan jika dua orang yang akan diterima dengan kualifikasi yang sama.