Bagaimana menerbitkan buku

Saat berselancar ke website belajarmenulis.com, terdapat sebuah iklan buku baru yang telah ditulis oleh Jonru. Walaupun saya sendiri belum membeli dan tentunya belum membaca buku ini, kelihatannya sangat menarik.

Buku ini dapat dijadikan pegangan bagi seorang penulis yang berminat menerbitkan buku hasil karyanya. 13 November 2007 lalu saya juga sempat mengangkat sebuah tulisan tentang bagaimana menerbitkan buku ke penerbit yang bisa dijadikan sedikit tips bagaimana hasil karya kita dapat diterbitkan oleh penerbit. Terdapat pula contoh dan petunjuk serta format standar oleh penerbit Elex Media Jakarta jika memang tertarik menerbitkan buku ke penerbit tersebut, pembaca dapat men-download di sini.

Mode on “Bergegas ke toko buku”. Buku yang ditulis oleh Jonru berisi pokok-pokok bahasan sebagai berikut:

1. Prosedur pengiriman naskah ke penerbit.

2. Mempelajari karakter penerbit.

3. Kelengkapan naskah (unsur-unsur apa sajakah yang harus dikirim kepada penerbit?)

4. Peluang penulis pemula.

5. Apa yang bisa dilakukan penulis dalam masa tunggu?

6. Masalah honor atau royalti atas buku Anda yang diterbitkan.

7. Perjanjian penerbitan buku. Apa saja yang perlu Anda ketahui?

8. Kiat memilih penerbit.

9. Seluk beluk self publishing (terbitkan sendiri buku Anda!)

10. Pendanaan penerbitan buku.

11. Proses penerbitan buku.

12. Menentukan dan mendongkrak nilai jual buku Anda.

13. Kiat memilih percetakan.

14. Seputar perizinan, ISBN dan penamaan penerbit.

15. Seluk-beluk pengurusan ISBN.

Sumber informasi ini penulis peroleh dari website http://www.naskahoke.com/e-mbig/.


Sebuah kantor yang sangat nyaman

Saat ini penulis benar-benar betah dengan kondisi kantor tempat saya bekerja sekarang. Mengapa demikian?. Saya sendiri tidak pernah membayangkan akan berkantor di Jakarta pada sebuah gedung yang tidak bertingkat dan seluruh pekarangan kantor terdapat pohon-pohon yang sangat rindang, nyaman bukan?. Inilah alasan utama mengapa penulis sangat betah berada di kantor saat ini. DI kantor pusat yang letaknya tidak terlalu jauh dari EO2 adalah sebuah bangunan bertingkat dengan belasan lantai. Beberapa tawaran untuk pindah departemen namun langsung saya tolak karena suasana yang tidak mungkin bisa saya dapatkan kembali jika berada di gedung yang lain.

Saat hujan tiba, suasana menjadi sangat nyaman karena tiupan angin yang disertai hujan membawa kesejukan tersendiri. Berikut photo yang sempat penulis potret kemarin saat magrib menjelang..

Photo-Photo di Outing Ericsson – Bali

Beberapa photo yang sempat penulis potret selama outing 2008. Photo berikut sesaat teman-teman Ericsson akan melakukan snorkling di Nusa Lembongan – Erik sedang berpose ala seorang snorkler profesional.

Hari kedua adalah rafting, berikut photo-photo yang sempat diambil oleh Baim.

Kalau photo berikut diambil oleh Ganang sebelum keberangkatan menuju Bandara Soekarno-Hatta Jakarta .

Di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang

Pagi ini waktunya untuk balik ke Jakarta setelah 3 (tiga) hari berada di Palembang. Penulis sengaja mengambil penerbangan paling pagi yakni jam 06.00 WIB dan perjalanan ke Jakarta ditempuh dalam waktu 47 menit. Cukup singkat memang jarak tempuhnya tapiĀ  tidak mengapa karena penulis tidak akan merasa jenuh selama perjalanan.

Jadwal penerbangan jam 06.00 pagi maka check out dari hotel jam 4.30 WIB sehingga perut belum terisi sama sekali. Sarapan baru bisa terlaksana di bandara dengan menu pempek khas Palembang.

Photo di atas adalah suasana di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang. Pesawat yang parkir pagi ini adalah Garuda Indonesia, Lion Air dan Sriwijaya. Selain itu, penulis juga bertemu dengan teman kuliah dulu [Fatwa].