Kutahu Jawabannya

Pada artikel penulis sebelumnya telah dijelaskan bahwa 2 hari lalu server sempat down entah kenapa, kemudian saat sudah up kembali muncul masalah baru yakni mail server saat akan login selalu “failed”.

Fokus pada masalah mail server selalu “failed”, ternyata jawabannya sangat sederhana yakni home direktori tempat mailbox dari user tersebut berada memiliki hak akses “d– — —“.

 

Cita-cita yang belum terwujud – Perpustakaan Pribadi

Sebuah perpustakaan pribadi…

Setiap orang punya ambisi dan cita-cita. Ya, sebuah cita-cita sehingga seseorang selalu semangat dalam menjalani aktifitas sehari-hari dengan sebuah tujuan dan harapan hidup. Bagi saya, cita-cita yang begitu menggebu-gebu saat ini adalah sebuah perpustakaan pribadi. Kenapa hal ini menjadi sebuah cita-cita bagi saya?. karena buku-buku yang telah saya kumpulkan sejak kuliah dahulu telah hilang entah kemana padahal buku-buku tersebut begitu penting dan bermanfaat sampai saat ini.

Pada tulisan sebelumnya tentang “Ketika kehilangan buku” telah saya singgung bahwa kepindahan ke Makassar untuk keperluan dinas kantor telah membuat semua buku yang penulis miliki sejak kuliah dan saat bekerja telah hilang entah kemana. Inilah yang melandasi mengapa saya harus memiliki sebuah perpustakaan pribadi sehingga seluruh buku saya dapat tersimpan dengan teratur layaknya sebuah perpustakaan kampus/sekolah/umum.

Sejak kehilangan buku setahun lalu, saya berusaha untuk memiliki koleksi buku kembali dan saat ini buku yang saya miliki sudah berlimpah lagi sehingga tidak tahu harus disimpan kemana. Maklum, namanya menumpang di rumah keluarga tentunya tidak enak kalo terlalu banyak barang. Harapan kedepannya adalah segera mewujudkan sebuah moment penting yakni ^…^ yang Insya Allah berlangsung di awal Maret 2008. Dan memiliki sebuah tempat berlindung tetap untuk keluarga termasuk buku-buku yang saya miliki saat ini.

Dari obrolan dengan Pak Agus Mifto yang juga telah saya tuangkan dalam tulisan sebelumnya tentang “Mendengar Pengalaman Orang“, Salah satu pembicaraan hangat dengan beliau adalah ketika buku telah menjadi sebuah kebutuhan hidup, serta buku dapat menjadi warisan bagi anak-anak kelak nanti yang dapat membawa manfaat bagi dirinya, bagi orang lain – tentu merupakan sebuah amal jariyah [Agus Mifto]. Saya jadi teringat dengan Ibu Mutia Hatta yang sampai saat ini masih memelihara koleksi buku-buku dari ayahandanya [Bung Hatta] yang juga merupakan wakil presiden di zaman kepemimpinan Ir. Soekarno. Memang menurut Ibu Mutia Hatta, memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk merawat buku-buku lama dan proses pemeliharaannya pun tidak gampang dan dibutuhkan kesabaran serta kehati-hatian agar buku-buku tersebut tidak rusak.

Semoga cita-cita tersebut segera terwujud. Amin..

Sumber gambar:http://www.shropshire.gov.uk

Mendengar Pengalaman Orang

Kali ini penulis mengangkat judul di atas karena beberapa hari yang lalu di Telkomsel Makassar bertemu dengan Pak Agus Mifto. Senang bisa bertemu dengan beliau karena banyak informasi dan pengalaman hidup yang menarik yang ia ceritakan. Beliau adalah seorang karyawan sekaligus pengusaha. Banyak bidang usaha yang digarap oleh beliau.

Mulai dari bisnis warteg yang cabang usahanya bertambah dari waktu ke waktu, bisnis peternakan kambing yang jumlahnya sudah mencapai 800 ekor. Lumayan, penghasilan per bulan yang dihasilkan dari usahanya. Sehingga hidupnya cenderung lebih enjoy karena dari sisi finansial bukan merupakan sebuah masalah lagi. Beliau bukan lagi bekerja untuk uang tapi uang bekerja untuk dia.

Nah banyak pengalaman yang beliau ceritakan tentang usahanya dan bisa dikatakan seorang motivator juga kepada teman-teman sejawatnya. Banyak hal yang dapat diambil manfaat dari pembicaraan beliau tentang usaha dan bagaiamana menghadapi hidup ini.

Maklum, sebagai orang yang dari segi usia terpaut jauh dengan beliau, tentunya pengalaman hidup yang dialami olehnya jauh lebih banyak dari saya. Sehingga selayaknya saya memperhatikan dengan seksama tentang pengalaman hidup orang lain. Terutama hal-hal positif dari seseorang.

Satu hal yang menarik dari beliau adalah kecintaan terhadap buku, koleksi buku-bukunya sudah sangat banyak walaupun belum semuanya terbaca karena kesibukan sehari-hari. Nah itu yang membuat pembicaraan semakin asyik.

Bagi seorang pencinta buku pasti akan memiliki wawasan yang cukup luas sehingga pembicaraan berbobot dan tidak asal ngomong. Satu lagi yang begitu terngiang-ngiang oleh saya adalah perkataan beliau “Beli buku tidak akan miskin”.

“Betul memang, karena buku malah mendatangkan rezeki tersendiri buat saya, heheehe…”.

Sumber gambar:http://www.simplenomics.com/