Tidak konsisten dengan Distribusi GNU/Linux dan Unix Varian yang Lain

Semalam saat sedang asyik-asyiknya berselancar di dunia maya, tiba-tiba ada pesan YM yang muncul. Pertanyaannya begini, “Mas, kalau saya menggantinya dengan FreeBSD bisa jalan ngk Ya?.”Aduh, saya malas membalasnya. Kenapa?, Pada awal diskusi sejak beberapa bulan ini menggunakan salah satu distribusi saja. Nah, Permasalahan belum selesai dan jika saya bisa menilai, permasalahannya adalah sederhana cuma karena kemalasan untuk mencarinya di Mr. Google saja.

Eh Malah sudah mau mengajukan FreeBSD lagi. oke lah kalau orang tersebut sudah familiar menggunakan FreeBSD, wong linux saja baru dikenalnya saat mau mengerjakan skripsi.

Jadinya saya benar-benar tidak membalas pesan di YM tersebut dan konsentrasi dengan kerjaan yang lain. Mohon maaf ya karena Anda selalu tidak konsisten dengan kerjaan. Hal-hal sepele yang seharusnya bisa dicari sendiri malah bertanya dan pertanyaannya selalu tidak fokus.

Membiasakan Diri untuk Selalu Sibuk

Satu minggu ini saya berupaya untuk menyibukkan diri entah dengan menulis, membaca buku, atau melakukan inventarisasi database di MSCserver ataupun di MGW. Untuk urusan inventaris database saya benahi sebagai catatan pribadi. Sehingga jika ada penambahan atau perubahan konfigurasi dapat dengan mudah ditelusuri.

Selama ini saya terlalu terlena dengan bersantai-santai ria, ternyata banyak hal yang harus saya pelajari agar tidak ketinggalan kereta. Di saat orang lain berkerja keras dan belajar banyak hal, saya hanya menyibukkan diri dengan pekerjaan-pekerjaan yang tidak bermanfaat.

Sekarang saatnya untuk bangkit kembali, mempelajari banyak hal. Dan harus ada keseimbangan satu sama lainnya. Mungkin belum ketinggalan kereta terlalu jauh. Jadi tekadkan lah Askari untuk bekerja keras mulai detik ini agar bisa menjadi yang lebih baik lagi. Selamat Bekerja KeRas Teman..

–Sumber gambar:http://www.ed-it.net.au/images/computer%20writer.jpg

Be a Great Husband – Agar Dicintai Istri

Suatu hari di bulan suci ramadhan yang lalu saya dan Rian sedang mendengar ceramah agama setelah melaksanakan shalat dhuhur. Ustadznya adalah seorang anggota DPRD Makassar. Cara pembawaan materinya sangat humor. Beberapa bahan ceramah beliau saya dapatkan di buku yang baru saja saya baca.

Memang buku ini diperuntukkan kepada orang-orang yang sudah menikah, tapi tidak ada salahnya kan kalau saya dan semua pembaca yang belum menikah membaca buku ini. Hitung-hitung sebagai sebuah pelajaran hidup di masa yang akan datang saat pernikahan telah tiba. Judul bukunya adalah `Be a Great Husband – agar dicintai istri`. Buku karangan Isham bin Muhammad asy-Syarif ini dapat dijadikan sebagai penuntun dalam membina kehidupan keluarga.

Tulisan saya kali ini saya ringkas dari buku karangan beliau semoga bermanfaat buat diri saya dan juga pembaca. Buku ini banyak bercerita tentang karakteristik seorang suami yang selalu menjadi dambaan bagi istri.

Berikut resensi dari buku “Be a Great Husband – Agar Dicintai Istri”:

Pindah Kerja, Kebiasaan Buruk?

Perusahaan tempat saya bekerja saat ini adalah perusahaan ketiga selepas dari kuliah. Mungkin saya adalah termasuk contoh buruk (terutama untuk sebuah loyalitas) karena dalam kurung waktu 2 tahun kurang sudah tiga kali pindah perusahaan. Di perusahaan pertama hanya bekerja kurang lebih seminggu karena tidak betah dengan habit kerjaan, walaupun orang-orangnya sangat bersahabat dan bidang kerjanya pun sangat menyenangkan karena berhubungan dengan GNU/Linux. Akhirnya saya putuskan untuk nganggur beberapa saat sampai akhirnya mendapatkan panggilan test di perusahaan ini dengan status sebagai karyawan kontrak (outsource).

Proses rekruitasi berjalan selama 3 bulan dan tepatnya januari 2006 mendapat kesempatan untuk bekerja di perusahaan tersebut. Syukur alhamdulillah, banyak teman-teman yang harus merangkak dari bawah sampai bisa mendapatkan kerjaan dengan penghasilan yang lumayan besar untuk ukuran seorang fresh graduate.

Antara menerbitkannya atau dishare lewat internet secara Gratis

Judul di atas memang sangat dilematis kan?. bagaimana tidak, terdapat dua kepentingan apakah buku atau tulisan yang anda hasilkan akan dibawa ke penerbit atau diupload ke internet. Pada satu sisi, jika tulisan tersebut diterbitkan maka akan mendapatkan royalti dari pihak penerbit bukan?.

Bagaimana jika tulisan anda dishare lewat internet(Gratis-Red)?. Walaupun anda tidak mendapatkan royalti dari tulisan yang anda buat tapi pasti ada kepuasan tersendiri juga kan saat orang lain mendownload dan membaca atau bahkan membagi-bagikannya.

Ditinjau dari sisi pembaca, terdapat dua tipikal orang dalam membaca tulisan. Ada yang senang membaca tulisan dalam bentuk buku (print out) dan ada juga yang senang membaca tulisan dalam bentuk dokumen digital (pdf, doc, dll). Saya, termasuk yang tidak senang membaca dalam bentuk dokumen digital karena akan membuat mata lelah dan saya sendiri tidak mampu berlama-lama di depan komputer. Bagaimana dengan anda?. Dari uraian di atas, pembaca dapat mengambil kesimpulan sendiri “Antara menerbitkannya atau dishare lewat internet secara gratis”.

TidurnYa Orang-orang Sukses

Jika saya membaca kisah orang-orang sukses maka pasti rahasia pertama mereka adalah jam tidur hanya berkisar 3-4 jam sementara saya 7-8 jam sehari. Sangat bertolak belakang bukan?. Berarti saya tidak akan menjadi orang sukses kan?. Googling sebentar dan menemukan blognya Dhyan di sini. Semoga tulisan ini dapat membuat saya berubah dan mampu mengurangi jam tidur setidaknya 2-3 jam sehari agar bisa menjadi orang sukses baik dunia dan akhirat. Selamat BerJuang TeMan semoga bisa menjadi lebih baik..

MenerbiTkaN Buku di PublishER

Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman menerbitkan buku di penerbit Andi Offset Yogyakarta dan Elex Media Komputindo Jakarta. Sebenarnya tidak sulit menerbitkan buku. Beberapa tips sederhana agar tulisan kita bisa sampai ke toko-toko buku dan dibaca oleh banyak orang. Sungguh merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bukan?. Berikut tips dari saya:

1. Selesaikan draft text dan isi untuk buku yang akan diterbitkan.

2. Setiap penerbit memiliki aturan tersendiri dalam penulisan seperti penggunaan jenis Font, Margin, dan lain-lain. Untuk menghindari editing berulang-ulang sebaiknya menghubungi pihak penerbit melalui email, telepon, dsb. Namun poin 2 ini tidak sesuai dengan apa yang saya lakukan saat menerbitkan buku. Seluruh draft dan isi (buku secara keseluruhan) saya selesaikan terlebih dahulu tanpa mencari informasi ke penerbit. Jadi tulisan tersebut sesuai dengan selera dan style saya TAPI tidak sesuai dengan standar penerbit. Sehingga kerugian di sisi editor penerbit yang akan mengedit buku kita setelah lolos dari meja redaksi. !Capek deh (EdiToR) harus mengedit terlalu banyak naskah dan gambar.

3. Mendatangi penerbit untuk menyerahkan draft dan Isi buku dalam bentuk hardcopy (Print out). Naskah dalam bentuk hardcopy cukup penting karena akan dibawa ke meja redaksi untuk dinilai apakah tulisan tersebut layak diterbitkan dilihat dari beberapa sisi seperti gaya bahasa, pangsa pasar/marketing, dan masih banyak lagi. –

4. Waktu yang dibutuhkan untuk proses editing buku, drafting sampai naik cetak berbeda-beda untuk setiap penerbit sehingga anda diharapkan bersabar sampai buku tersebut sampai ke pasaran.

5. Penerbit akan memberikan sampel buku cuma-cuma untuk setiap kali penerbitan.

Demikian sedikit pengalaman kepenulisan yang bisa saya berikan ke pembaca. Selamat menulis dan tetap semangat Ya.

Footer: Gambar di atas diambil di sini

Pertama Kali BelaJar Komputer & Linux

Jika orang bertanya, “Kapan pertama kali belajar komputer?” Maka pasti saya akan menjawab: pertama kali belajar komputer saat kuliah tahun kedua di sini. Mungkin semua orang akan menganggap bahwa saya termasuk orang yang sangat lambat mengenal komputer.

Tahun pertama di kampus mulai terasa akan pentingnya sebuah komputer. karena sebagai mahasiswa jurusan elektro akan banyak berhubungan dengan perangkat ini. Mulai dari mata kuliah “dasar pemrograman” atau hanya sekedar pembuatan laporan praktikum dan tugas kuliah dari dosen. Namun niatnya terpaksa diurungkan karena sesuatu hal.

Tahun kedua, itupun karena desakan kepentingan, Dengan berat hati meminta ke orang tua, beban orang tua di tahun-tahun tersebut cukup tinggi karena kakak harus menyelesaikan kuliah ditambah lagi dengan biaya kuliah dan hidup saya di Bandung cukup tinggi. Tapi namanya orang tua tidak akan pernah menolak keinginan anaknya demi pendidikan. Thanks to My Parents..

Bingung dengan Mail ServerKu

Akhir-akhir ini mail server saya sedikit bermasalah terutama jika harus mengirim email ke mail yahoo. Email yang saya kirim sering telat atau bahkan tidak sampai sama sekali. Tapi lain halnya dengan email yang dikirim ke selain yahoo dengan segera akan sampai ke tujuan.

Kira-kira kenapa Ya? Saya coba tanya ke Mr. google dan mendapatkan link ini atau link ini. Ya sudah, nanti malam saya coba re-konfigurasi postfix, semoga permasalahannya cepat terselesaikan dan dapat mengerjakan hal lain. Selamat berkarya TeMan

Sumber gambar: http://stayviolation.typepad.com/chucknewton/images/2008/06/10/computer.jpg

Upload blog di Internux

Sebelum sarapan, saya sempatkan untuk menuliskan blog tambahan ini. Blog ini akhirnya bisa diupload di bawah domain kawananu.com. Balik kantor sore kemarin saya sempatkan untuk main ke Internux sekedar mengupload beberapa data karena akses dari luar terasa lambat dan butuh waktu yang lama untuk menyelesaikan proses transfer filenya. Ya sudah, sekalian untuk memeriksa kondisi fisik serverKu.

D Internux ketemu dengan Kak Fadli teman baru yang juga salah satu aktifis LUGU Makassar. Sekitar 1/2 jam semua data telah diupload serta konfigurasi blog telah selesai dan saatnya untuk melanjutkan tulisan di rumah saja.

Pagi Ini

“Pagi ini ayamku berkokok keras sekali “..”seperti memanggil Bangunkan aku dari mimpiku” . ooo. “Hari ini aku bahagia kau kembali” Sebuah penggalan lagu dari Iwan Fals cocok untuk suasana pagi ini. Semua anggota keluarga sangat sibuk dengan urusan masing-masing , ada yang mandi, makan pagi, berolahraga, dan membersihkan rumah serta sejumlah aktifitas lain. Sedangkan saya buru-buru menyalakan PC untuk berselancar dunia maya dan menulis blog sambil mendengarkan lagu-lagu Iwan Fals seperti `Guru Oemar Bakri`, Piyu dengan `Entah` Green Day dengan `Time oF Life`, Slank dengan judul `Kamu Harus Pulang`, `I miss U but I Hate You`, Eross dengan `GiE` serta Dewa dengan `Laskar Cinta` nya.

Alarm sudah berbunyi menandakan saatnya untuk mandi dan sarapan karena harus berangkat, semoga hari ini merupakan hari yang cerah dan selalu diberi keberkahan hidup oleh Allah SWT, Amin..