Function di Perl

Hampir satu bulan saya tidak meng-update blog dan hari ini kebetulan saya lagi menulis beberapa skrip untuk keperluan kantor.

Beberapa bagian saya sudah lupa karena lama tidak menggunakan skrip tersebut. Skripnya adalah bagaimana menulis fungsi dan memanggil dalam program.


=head1 NAME

Lib::Function.pm - Perl module that will be used to populate all function

=head1 SYNOPSIS

B<use Lib::Function.pm>

=head1 LICENSE

This code is copyright by Askari Azikin <I<askari.azikin@ericsson.com>>,
This program comes with ABSOLUTELY NO WARRANTY.
You are free to redistribute this code under the terms of the GNU
General Public License, version 2 or later.

=head1 AUTHOR

Askari Azikin <askari.azikin@ericsson.com>

Copyright (C) 2017

Revision History:

* Apr 16, 2017 Askari Azikin First Draft

=cut

package Lib::Function;

use strict;
use warnings;

sub new
{
     my $class = shift;
     my $self = {
            outfile => shift,   # to store scalar variable
            result_array => [], # to store array variable
     };
     bless ($self, $class);
     return $self;
}

sub write_to_file_format1
{
    my ($self, $outfile, @result) = @_;
    $self->{outfile} = $outfile if defined($outfile);
    push (@{$self->{result_array}}, @result);

    open (FH, '>', $self->{outfile}) or die "open FH filehandle failed $!";
    for (@{$self->{result_array}})
    {
        print FH $_;
    }
    close(FH);
}

Untuk memanggil fungsi di atas dapat menggunakan skrip berikut.


$call_func->write_to_file_format1($result_file, @result);

 

Making an argument as optional in Python function

Sometimes we need to make an argument as optional so that people using the function can choose to provide extra information only if they want to.

For example, say we want to expand get_user_name() in the previous topic to handle middle names as well.

Here is the python code to fulfill the the requirement above:


#!/usr/bin/python

# Give the middle_name argument an empty default value and ignore
# the argument unless the user provides a value,
# We set default value of middle_name to an empty string and 
# move it to the end of the list parameters

def get_user_name (first_name,last_name,middle_name=''):
    """ Return a full name"""
    if middle_name:
       full_name = first_name + ' ' + middle_name + ' ' +last_name
    else:
        full_name = first_name + ' ' +last_name
 
    return full_name.title()
 
my_user_name = get_user_name('Askari','Azikin')
my_completed_user_name = get_user_name('Askari','Azikin','Basa')
 
print(my_user_name)
print(my_completed_user_name)

Penulisan Fungsi di Python dan di Perl

Fungsi di bahasa pemrograman berfungsi untuk menghindari penulisan kode program yang berulang sehingga untuk melakukan sebuah fungsi atau perintah tertentu cukup dituliskan satu kali saja.

Berikut penulisan fungsi di Python dan di Perl:

Di bahasa Python fungsi selalu diawali dengan kata ‘def’

#!/usr/bin/python

def get_user_name (first_name,last_name):
    full_name = first_name + ' ' + last_name
    return full_name.title() # or return full_name

my_user_name = get_user_name('Askari','Azikin')
print (my_user_name)

Sedangkan di bahasa Perl, fungsi selalu diawali dengan kata ‘sub’. karakter ‘$$’ menunjukkan bahwa fungsi tersebut akan menerima inputan sebanyak dua variabel skalar. karakter ini bersifat opsional saja sehingga bisa saja tidak dituliskan. Sedangkan ‘@_’ bisa juga diganti dengan ‘shift’ dimana keduanya untuk menerima masukan/input untuk selanjutnya diproses di dalam fungsi tersebut.

#!/usr/bin/perl -w

sub get_user_name ($$)
{
   my ($first_name, $last_name) = @_;
   my $full_name = "$first_name $last_name";
   return $full_name;
}

my $user_name = get_user_name ('Askari', 'Azikin');
print "$user_name\n";

Python untuk Perl Programmer

Karena kebutuhan untuk big data, saya mulai mendalami Python namun Perl tentu saja masih menjadi bahasa favorit saya.

Mudahan-mudahan ada kesempatan untuk membuat buku dengan judul ‘Python untuk Perl Programmer’. Berikut perbandingan kode program untuk menghasilkan keluaran yang sama.

Perl

Python

Harus sering-sering memantau statistik

Sebagai seorang engineer di dunia telekomunikasi terkadang kita harus sering memantau statistik untuk memastikan bahwa segala aktifitas perubahan yang dilakukan di perangkat telko tersebut tidak memberikan impact terhadap end user. Sebuah perangkat telekomunikasi harus memiliki tingkat availability 99.99 %.

Ini adalah salah satu perangkat software yang saya buat bersama dua orang kawan untuk menunjang aktifitas pekerjaan saya selama ini. Kami menggunakan Perl, expect, laravel, dan highcharts untuk menghasilkan software seperti berikut.

Sangat membantu karena penulis dapat memastikan tidak ada masalah dengan perangkat yang sedang kami modifikasi. Tidak terbayang berapa banyak orang akan komplain ke kami jika terjadi masalah setelah perubahan yang dilakukan ternyata membawa dampak pada sistem. Tentu saja revenue buat operator akan hilang dan kepercayaan masyarakat terhadap sebuah operator telekomunikasi juga akan berkurang dan beralih berlanggan ke operator lain.

Bahasa Pemrograman Python

Penulis sudah membeli buku bahasa pemrograman Python ini tapi belum sempat menamatkan isinya. Secara konsep mirip-mirip dengan Perl atau bahasa pemrograman lain. Penulis sendiri sih meyakini bahwa menulis kode program Python seharusnya lebih mudah dibanding dengan bahasa lain seperti Perl, Java, Erlang, dll.

Sayangnya belum ada program Python yang penulis hasilkan karena masih lebih tertarik menyelesaikan seluruh problematika komputasi dengan bahasa Perl.

Photo di bawah sebenarnya buat gaya-gaya saja karena baru beberapa lembar halaman yang berhasil saya baca. Photo ini penulis upload sebagai bahan pemberi semangat bagi diri penulis dan bagi orang lain yang mungkin belum memiliki semangat untuk belajar bahasa pemrograman.

@Marine Terrace, Singapore 25/05/2017

Menemani anak tidur sambil melanjutkan koding

Malam ini sambil menemani anak pertama saya tidur, saya mencoba melanjutkan kode program yang belum terselesaikan juga. Di jam kerja pastinya saya tidak bisa melakukan koding karena pekerjaan utama yang harus diselesaikan. Kode program yang sedang penulis kerjakan ini sebenarnya saling berkaitan walaupun sifatnya sebagai penunjang saja.

Target penulis, kode program ini harus terlesaikan seluruhnya sebelum akhir tahun sehingga bisa benar-benar bermanfaat untuk proses monitoring jaringan. Selama ini saya melakukannya secara parsial sesuai kebutuhan saja, nah target akhirnya adalah keseluruhan statistik jaringan dapat termonitor secara otomatis.

Satu hal yang menjadi kendala adalah larangan untuk menyimpan server yang tidak teregistrasi oleh pihak operator di sini. Untuk mendapat izin tentu saja tidak mudah dan belum tentu di-approve. Jadilah program ini berjalan di laptop penulis dan setiap terkoneksi ke jaringan operator maka program akan bekerja secara otomatis.

 

Koleksi buku bahasa pemrograman terus bertambah

Sejak kepindahan ke Singapura setahun lalu, koleksi buku-buku text book bahasa pemrograman penulis terus bertambah sebagai referensi saat melakukan koding.  Walaupun belum seluruhnya dibaca, namun saat dibutuhkan tentu saja penulis dapat membuka buku-buku tersebut.

Penulis mulai melirik bahasa Python sebagai bahan perbandingan dengan Perl. Oleh karena itu, koleksi buku-buku bahasa pemrograman di rumah mulai dihiasi juga oleh Python selain Erlang dan Java tentunya. Alasan lain mulai tertarik dengan Python karena alasan pasar yang mulai didominasi oleh Python.

Seperti biasa, penulis melakukan pembelian buku melalui online di www.opentrolley.com.sg dan rata-rata pesanan akan datang tujuh hari kerja.