Makan Siang Perpisahan dengan Phoebe

Baru sempat menulis cerita ini walaupun waktunya sendiri sudah beberapa bulan yang lalu. Tapi tidak mengapa setidaknya bisa buat kenang-kenangan suatu saat nanti. Proyek yang kita kerjakan di operator Singtel sudah hampir selesai waktu itu sehingga project manager kami memutuskan untuk mengurangi team.

Proyek ini memakan waktu selama dua tahun lamanya. Saya sendiri ikut ke proyek tersebut tidak dari awal. Phoebe adalah orang pertama yang ikut di dalamnya. Selama pengerjaannya silih berganti orang yang masuk dan keluar dan alhamdulillah dapat terselesaikan.

Berikut photo kenang-kenangan yang saya ambil saat makan siang perpisahan dengan Phoebe karena akan kembali lagi ke Ericsson China untuk penugasan berikutnya di negara lain lagi.

Sukses terus buat Phoebe….

 

Genap sudah usia saya 37 tahun

Tidak terasa hari ini sy berulang tahun yg ke 37. Setengah kurang dari usia Rasulullah. Ya Allah berikanlah kepada hambamu ini keberkahan di sisa usia hambamu ini.

Karena istri dan anak-anak sedang berada di Bandung jadi terpaksa makan di luar sendiri. Hari ini sy mampir ke bebek pak Ndut di Tampines persis di samping stasiun MRT. Awal perkenalan saya dengan restoran bebek pak Ndut ini dari salah satu teman kantor. Beliau mentraktir kami di suatu siang saat jam istirahat kantor.

Karena kurang pergaulan, saya baru ngeh kalau ada restoran ini di daerah Tampines padahal saya setahun tinggal di daerah sana (Jan 2016 – Jan 2017).

Menu yang saya pesan bebek goreng, tahu telur, dan es cendol.

 

Akhirnya Bisa Punya Waktu Setup Email kawananu.com

Setelah sekian lama tidak sempat untuk setup mail server kawananu.com. Akhirnya hari ini saya sempat dan sudah berjalan dengan baik. Bagi siapa saja yang ingin berkorespondensi dengan saya bisa melayakankan email ke kari @ kawananu.com ( tanpa spasi).

Bagi yang mengirimkan e-mail dari gmail, silahkan untuk memeriksa direktori spam gmail anda karena email dari kawananu.com dikategorikan sebagai spam.

The end of December 2017

I can’t imagine that now by the end of December 2017, I have been working and living in Singapore for 2 years. I want to say Alhamdulillah to Allah SWT.

For my family, they moved to here as well on February 2017 to accompany me. Embassy of the republic of Indonesia has made School for our Indonesian people so that it’s easy for us who has children need to go to school. Of course the curriculum will be not different with school in Indonesia.

So far, We really enjoy living in Singapore due to this is the first time I can live with them together as before I worked in Jakarta and on the other hand my wife and our children lived in Bandung and I could only meet them on the weekend.

Now, I can take my children to school and pick them up on the afternoon back to home. I have lost my times with my children for almost 7 years and syukur Alhamdulillah, Allah gives me times for living with my lovely family now.

Singapore, December 2017.

Menyalin keluaran dari linux command line ke sebuah file

Materi ini sebenarnya pernah saya tulis di buku saya yang berjudul ‘Debian GNU/Linux’ tapi saya tidak memiliki softcopy-nya lagi sekarang sementara hardcopy-nya ada di Bandung. Saat ini saya lagi ngoprek tentang Hadoop di atas mesin virtualisasi dan seluruh output-nya ingin saya simpan dalam bentuk logfile.

Di mesin server saya tidak ada X-Window sehingga seluruh aktifitas saya di Linux harus menggunakan command line.

Untuk menyimpan seluruh logfile dari command line dapat menggunakan perintah berikut:


debian:~# command | tee -a result.log

alternatif lain:


debian:~# command &> result.log

Bedanya adalah pada perintah pertama outputnya akan ditampilkan di layar monitor dan saat yang bersamaan juga tersalin ke result.log sementara perintah kedua tidak.

Tujuan saya sebenarnya perintah berikut:


debian:~# xl create -c HadoopDataNode.cfg | tee -a result.log

 

Python untuk Perl Programmer

Karena kebutuhan untuk big data, saya mulai mendalami Python namun Perl tentu saja masih menjadi bahasa favorit saya.

Mudahan-mudahan ada kesempatan untuk membuat buku dengan judul ‘Python untuk Perl Programmer’. Berikut perbandingan kode program untuk menghasilkan keluaran yang sama.

Perl

Python

Membiasakan Anak-anak ke Perpustakaan

Fasilitas publik yang dimiliki oleh negara Singapura memang cukup membuat masyarakatnya merasa dimanjakan karena hampir seluruh fasilitas disediakan oleh pemerintah Singapura, salah satunya adalah perpustakaan umum yang ada di hampir setiap daerah.

Fasilitasnya juga lumayan mewah ditambah lagi dengan penggunaan teknologi terkini yang selalu ter-update diterapkan di semua perpustakaan. Bagi Singaporean atau penduduk asli dan permanent resident (PR) untuk pembuatan kartu perpustakaan sebagai syarat untuk meminjam buku bersifat gratis sementara bagi foreigner diwajibkan membayar S$40 untuk pembuatan kartu tersebut.

Jumlah maksimal buku yang boleh dipinjam adalah 8 buku untuk 3 minggu. Buku-buku yang dimiliki oleh perpustakaan di sini pun selalu terupdate. Satu hal menarik juga adalah kita tidak perlu mengambalikan buku di perpustakaan tempat kita meminjam tetapi dapat dikembalikan di perpustakaan mana saja. Sebagai contoh saya meminjam buku di NLB Marine Parrade kemudian buku tersebut saya kembalikan di NLB Bukit Panjang.

Naya dan Ibnu kami biasakan untuk ke perpustakaan dan meminjam buku dalam rangka memupuk budaya bacanya. lihat saja aksi Ibnu dan Naya yang sedang membaca di salah satu perpustakaan di sini.

Syukuran ulang tahun Naya dan Appreciation Dinner dari Ericsson Singapore

Hari ini saya mengajak istri dan anak-anak saya makan di salah satu restoran Indonesia yang ada di Singapore dalam rangka syukuran hari kelahiran anak kami yang pertama Naya (8 tahun – semoga menjadi anak sholehah, pintar, sukses dunia dan akhirat, aamiin ya Allah).

Tujuan kami adalah restoran IndoChili yang terletak di Zion Road. Kami memilih untuk duduk di teras restoran karena anak saya yang kedua Ibnu tidak suka dengan ornamen-ornamen antik seperti patung, serta kembang-kembang yang ada di dalam restoran.

Walaupun ada sedikit perdebatan kecil antara Naya dan Ibnu karena sang kakak ingin duduk di dalam sementara sang adik ingin duduk di luar karena alasan di atas namun pada akhirnya kakak bisa mengalah. Berikut tampak depan dari restoran tersebut.

Ini photo-photo kami sekeluarga saat berada di restoran tersebut:

Selain yang kami makan di tempat seperti rawon, nasi goreng lengkap, serta minuman, ada beberapa menu yang dibawa pulang untuk makan malam seperti sate, ikan bakar, gule kambing, dan gado-gado.

Alhamdulillah di waktu yang bersamaan saya juga mendapat ‘appreciation dinner’ dari kantor sehingga acara makan-makan kali ini sifatnya gratis alias dibayar oleh Ericsson (terima kasih).

Photo Masa Kecil Dulu di Makassar

Barusan dapat kiriman WA message dari adik sepupu saya Fadli. hehe ternyata photo saat masih SMP di Makassar dulu sekitar tahun 1993-1996. Kak Adi memangku adik sepupu saya Fadli sementara saya memangku Fuad. Sekarang mereka sudah besar-besar semua. Sungguh waktu begitu cepat berjalan.

Pencil sebagai alternatif Microsoft Visio

Pencil adalah salah satu software yang dapat digunakan untuk menggambar sebagai alternatif pengganti Microsoft Visio yang harganya cukup menguras kantong.

Saya mulai menggunakan software ini baru beberapa saat yang lalu dan hasilnya cukup memuaskan sehingga tidak terpikirkan lagi untuk menggunakan Visio.

Kunjungan teman serumah semasa SMA dan kuliah

Hari selasa malam saya bertemu dengan salah satu teman serumah saat SMA dan kuliah di Bandung. Aryo begitu kami memanggilnya. Setelah sebelas tahun akhirnya bisa berjumlah lagi di negeri orang (Singapura) karena Ia kebetulan ada tugas kantor. Jadilah kami membuat janji di Orchard road.

Walaupun di negeri orang, saya sendiri lebih senang mengajak mereka ke rumah makan Indonesia karena selera kita belum tentu sama dengan makanan yang ada di sini (catatan: jenis makanan yang ada di sini sebagian besar sama karena terbilang masih satu rumpun antara Indonesia dan Singapura).

Saya mengajak Aryo dan keluarganya untuk makan disekitaran Orchard Road tepatnya di Lucky Plaza, tempat di mana restoran Bebek Pak Ndut berada.

Berikut photo sebagai kenang-kenangan pertemuan kami.

 

Menemani anak tidur sambil melanjutkan koding

Malam ini sambil menemani anak pertama saya tidur, saya mencoba melanjutkan kode program yang belum terselesaikan juga. Di jam kerja pastinya saya tidak bisa melakukan koding karena pekerjaan utama yang harus diselesaikan. Kode program yang sedang penulis kerjakan ini sebenarnya saling berkaitan walaupun sifatnya sebagai penunjang saja.

Target penulis, kode program ini harus terlesaikan seluruhnya sebelum akhir tahun sehingga bisa benar-benar bermanfaat untuk proses monitoring jaringan. Selama ini saya melakukannya secara parsial sesuai kebutuhan saja, nah target akhirnya adalah keseluruhan statistik jaringan dapat termonitor secara otomatis.

Satu hal yang menjadi kendala adalah larangan untuk menyimpan server yang tidak teregistrasi oleh pihak operator di sini. Untuk mendapat izin tentu saja tidak mudah dan belum tentu di-approve. Jadilah program ini berjalan di laptop penulis dan setiap terkoneksi ke jaringan operator maka program akan bekerja secara otomatis.

 

Koleksi buku bahasa pemrograman terus bertambah

Sejak kepindahan ke Singapura setahun lalu, koleksi buku-buku text book bahasa pemrograman penulis terus bertambah sebagai referensi saat melakukan koding.  Walaupun belum seluruhnya dibaca, namun saat dibutuhkan tentu saja penulis dapat membuka buku-buku tersebut.

Penulis mulai melirik bahasa Python sebagai bahan perbandingan dengan Perl. Oleh karena itu, koleksi buku-buku bahasa pemrograman di rumah mulai dihiasi juga oleh Python selain Erlang dan Java tentunya. Alasan lain mulai tertarik dengan Python karena alasan pasar yang mulai didominasi oleh Python.

Seperti biasa, penulis melakukan pembelian buku melalui online di www.opentrolley.com.sg dan rata-rata pesanan akan datang tujuh hari kerja.

 

 

Orang-orang yang berjasa di balik kebangkitan server kawananu

Tulisan sebelumnya sudah membahas bahwa saya kembali bisa ngeblog dan tulisan-tulisan lama bisa kembali ada di weblog ini. Beberapa tahun yang lalu, komputer server saya di ISP mengalami kerusakan akibat usia komputer tersebut memang sudah tua. Namun karena ISP tempat dimana saya melakukan collocation server di Makassar dan saya sendiri berdomisili tidak di Makassar sehingga cukup kesulitan untuk mengganti server tersebut. Baru di bulan Mei 2017 ini server kawananu kembali bisa mengudara dan melayani kebutuhan blog saya. Berikut orang-orang yang cukup berjasa mewujudkan server ini bisa aktif:

1. Fuad Reza Fachlevi – Adik Sepupu

2. Achmad Yusri Afandi – Sahabat

3. Pihak ISP – Bu Darmi dan Pak Warno