Gagap Teknologi – Pencairan Cek

Bekerja di industri teknologi informasi dan telekomunikasi seharusnya melek teknologi termasuk hal-hal yang berhubungan dengan dunia keseharian.

Minggu kemarin saya, istri, dan anak-anak ke bank OCBC untuk mencairkan cek sisa uang kursus bahasa inggris anak saya.

Baru kali ini saya berhubungan dengan urusan cek sehingga tidak tahu seluk beluknya dan konyolnya lagi tidak cari-cari di Internet sebelum berangkat.

Sesampai di bank OCBC di Paya Lebar mall, saya pun mengambil antrian. Sepuluh menit menunggu, giliran dipanggil oleh teller. saya perlihatkan cek tersebut ke teller bank dan setelah diperiksa olehnya, sang teller pun mengatakan bahwa pencairan bukan di teller OCBC, tetapi di deposit box atau ke teller bank DBS dimana cek akan dicairkan. Saya hanya memiliki rekening di bank DBS sehingga harus mencairkannya di bank DBS juga walaupun ceknya dari bank OCBC.

hehe, udik juga ternyata…

Ibnu tamat Taman Kanak-kanak Little Star SIS

Syukur alhamdulillah Ibnu telah lulus TK little star Sekolah Indonesia Singapura (SIS) bulan Juni ini dan Insya Allah Juli 2018 nanti masuk kelas satu di sekolah yang sama. Semoga berkah ilmu dan menjadi anak sholeh pemimpin dunia dan agama kelak yang akan menolong agama Allah.

The Dependent Pass

Two months ago, my family had to leave Singapore for three days because their dependent pass was expired. While waiting my company to extend the DP, they had to use visit pass as temporary before getting the new DP. On that time, it had already been used two times for entering and staying in Singapore .

When my company extended my employment pass (EP), we decided not to extend my family’s dependent pass first for one reason that can’t be shared. but two months later, I had to extend it if they still wanted to stay here. It was consumed more than three weeks to get approval from MoM.

The visit pass will have maximum 30 days for allowing us to stay in Singapore on the first attempt. The second attempt onward, the immigration officer will reduce the maximum days of staying. When entering Singapore on that time, I explained to them that my family’s dependent pass was still on progress and hasn’t got approval yet then he gave me 30 days again so it’s good.

In the event of DP is not released/approved yet after 30 days, they have to leave Singapore again. When updating this blog, We have received the DP card.

Bandung was our choice for spending three days. In Bandung, we spent our time to do what we want such as shopping, eating at our favorite restaurant, and meeting our neighbourhood as I never see them for almost one year. So it is really nice, right?

This is a moment when we enjoyed our dinner at one restaurant in Bandung.

 

My Eating Habits

In Singapore, there are lots of food courts that we can find easily wherever we go. Most of people here are going out for breakfast, lunch, and dinner together with their family.

For me, I’m not really interested in it. I prefer taking my own lunch at office or going home for lunch rather than taking lunch at food court. But of course back to our choice!

There are two reasons why I prefer going home for lunch such as pick my son up from school and I’m very concern with the healthy food.

When eating foods at food court, everybody can’t guarantee the ingredients are cleaned well; how about the spoon, fork, and plate are being used? Have they already been washed with soap or water only?

One day, I and my colleague went for lunch at one of the food courts near from our customer office. While waiting my ordered food and standing in front of the court,  I saw the soup cup was washed without soap and ready to be used by another customer.

Seeing that situation, I changed my mind for having there and decided taking away at least try to avoid using their stuff.

-Eat only if you are hungry, and stop eating when you feel satisfied, not full-

Genap sudah usia saya 37 tahun

Tidak terasa hari ini sy berulang tahun yg ke 37. Setengah kurang dari usia Rasulullah. Ya Allah berikanlah kepada hambamu ini keberkahan di sisa usia hambamu ini.

Karena istri dan anak-anak sedang berada di Bandung jadi terpaksa makan di luar sendiri. Hari ini sy mampir ke bebek pak Ndut di Tampines persis di samping stasiun MRT. Awal perkenalan saya dengan restoran bebek pak Ndut ini dari salah satu teman kantor. Beliau mentraktir kami di suatu siang saat jam istirahat kantor.

Karena kurang pergaulan, saya baru ngeh kalau ada restoran ini di daerah Tampines padahal saya setahun tinggal di daerah sana (Jan 2016 – Jan 2017).

Menu yang saya pesan bebek goreng, tahu telur, dan es cendol.

 

The end of December 2017

I can’t imagine that now by the end of December 2017, I have been working and living in Singapore for 2 years. I want to say Alhamdulillah to Allah SWT.

For my family, they moved to here as well on February 2017 to accompany me. Embassy of the republic of Indonesia has made School for our Indonesian people so that it’s easy for us who has children need to go to school. Of course the curriculum will be not different with school in Indonesia.

So far, We really enjoy living in Singapore due to this is the first time I can live with them together as before I worked in Jakarta and on the other hand my wife and our children lived in Bandung and I could only meet them on the weekend.

Now, I can take my children to school and pick them up on the afternoon back to home. I have lost my times with my children for almost 7 years and syukur Alhamdulillah, Allah gives me times for living with my lovely family now.

Singapore, December 2017.

Liburan Sekolah telah tiba

Liburan sekolah tahun ini kami kedatangan tamu dari Bandung. Danti adik sepupu istri mengambil cuti kerja untuk liburan ke Singapura yang bertepatan dengan liburan sekolah anak-anak saya. Banyak waktu luang buat anak-anak dan Danti selama liburan kali ini.

Berbagai tempat kami datangi sekedar untuk menemani Danti selama di sini.

Beberapa photo yang sempat saya abadikan sebagai berikut minus Danti untuk menjaga privasi orang:

1. Ayah, Bunda dan Kakak Naya di Universal Studio Singapore

2. Ayah, Bunda, Kakak Naya, Ibnu di Merlion Park Singapore

3. Ayah, Bunda, Kakak Naya, Ibnu di Merlion Park Singapore

Membiasakan Anak-anak ke Perpustakaan

Fasilitas publik yang dimiliki oleh negara Singapura memang cukup membuat masyarakatnya merasa dimanjakan karena hampir seluruh fasilitas disediakan oleh pemerintah Singapura, salah satunya adalah perpustakaan umum yang ada di hampir setiap daerah.

Fasilitasnya juga lumayan mewah ditambah lagi dengan penggunaan teknologi terkini yang selalu ter-update diterapkan di semua perpustakaan. Bagi Singaporean atau penduduk asli dan permanent resident (PR) untuk pembuatan kartu perpustakaan sebagai syarat untuk meminjam buku bersifat gratis sementara bagi foreigner diwajibkan membayar S$40 untuk pembuatan kartu tersebut.

Jumlah maksimal buku yang boleh dipinjam adalah 8 buku untuk 3 minggu. Buku-buku yang dimiliki oleh perpustakaan di sini pun selalu terupdate. Satu hal menarik juga adalah kita tidak perlu mengambalikan buku di perpustakaan tempat kita meminjam tetapi dapat dikembalikan di perpustakaan mana saja. Sebagai contoh saya meminjam buku di NLB Marine Parrade kemudian buku tersebut saya kembalikan di NLB Bukit Panjang.

Naya dan Ibnu kami biasakan untuk ke perpustakaan dan meminjam buku dalam rangka memupuk budaya bacanya. lihat saja aksi Ibnu dan Naya yang sedang membaca di salah satu perpustakaan di sini.

Liburan ke kampung halaman Makassar dan Jeneponto

Tanggal 5 September 2017 (sore) saya berangkat dari Singapore ke Jakarta dan selanjutnya ke Makassar dalam rangka pernikahan adik ipar di Makassar. Dari bandara Changi menggunakan pesawat Air Asia pada pukul 17:00 dan sampai di Jakarta pukul 18:20. Penerbangan selanjutnya menuju Makassar pada pukul 21:55 dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Setiba di Makassar sekitar pukul 01:30 dini hari, istri dan bapak mertua serta anak-anak ikut menjemput di bandara Sultan Hasanuddin. Pagi hari ada beberapa urusan yang harus dilakukan sekaligus makan siang diluar bersama keluarga di rumah makan Ayam Goreng Sulawesi.

Pada malam harinya ada juga acara makan malam diluar bersama keluarga besar istri namun sayang saya lupa untuk mendokumentasikannya. Tempatnya di rumah makan New Losari.

Di hari berikutnya, saya, istri, anak-anak, adik saya Ipink dan keluarga, serta adik sepupu saya Fuad menuju Jeneponto dalam rangka mengunjungi orang tua di sana (Orang tua istri tinggal di Makassar sementara orang tua saya tinggal di Jeneponto). Sehingga jika kami pulang kampung maka Makassar dan Jeneponto adalah dua kota/kabupaten yang harus kami datangi.

Banyak acara di Jeneponto seperti makan  malam bersama keluarga besar beserta jamaah masjid raya Jeneponto. Keesokan harinya setelah shalat Jumat, saya, Fuad, Lala, dan Rifri (anak kakak saya) makan coto kuda di Belokallong.

Sore hari, saya mengajak istri dan anak-anak saya untuk keliling Jeneponto terutama di daerah-daerah dimana masa kecil saya habiskan dulu dilanjutkan ke pantai.

Selepas magrib, kami pun kembali ke Makassar karena keesokan harinya akan ada acara mappaccing adik ipar di Makassar dan dilanjutkan akad nikah dan resepsi pada hari minggu siang dan hari minggu malam.

Selain itu, kami juga sempat mengabadikan momen bersama keluarga besar saya.

Syukuran ulang tahun Naya dan Appreciation Dinner dari Ericsson Singapore

Hari ini saya mengajak istri dan anak-anak saya makan di salah satu restoran Indonesia yang ada di Singapore dalam rangka syukuran hari kelahiran anak kami yang pertama Naya (8 tahun – semoga menjadi anak sholehah, pintar, sukses dunia dan akhirat, aamiin ya Allah).

Tujuan kami adalah restoran IndoChili yang terletak di Zion Road. Kami memilih untuk duduk di teras restoran karena anak saya yang kedua Ibnu tidak suka dengan ornamen-ornamen antik seperti patung, serta kembang-kembang yang ada di dalam restoran.

Walaupun ada sedikit perdebatan kecil antara Naya dan Ibnu karena sang kakak ingin duduk di dalam sementara sang adik ingin duduk di luar karena alasan di atas namun pada akhirnya kakak bisa mengalah. Berikut tampak depan dari restoran tersebut.

Ini photo-photo kami sekeluarga saat berada di restoran tersebut:

Selain yang kami makan di tempat seperti rawon, nasi goreng lengkap, serta minuman, ada beberapa menu yang dibawa pulang untuk makan malam seperti sate, ikan bakar, gule kambing, dan gado-gado.

Alhamdulillah di waktu yang bersamaan saya juga mendapat ‘appreciation dinner’ dari kantor sehingga acara makan-makan kali ini sifatnya gratis alias dibayar oleh Ericsson (terima kasih).

Photo Masa Kecil Dulu di Makassar

Barusan dapat kiriman WA message dari adik sepupu saya Fadli. hehe ternyata photo saat masih SMP di Makassar dulu sekitar tahun 1993-1996. Kak Adi memangku adik sepupu saya Fadli sementara saya memangku Fuad. Sekarang mereka sudah besar-besar semua. Sungguh waktu begitu cepat berjalan.

Legoland Malaysia

Hari Jumat kemarin kami bertolak ke Malaysia (Johor Bahru – JB) dalam rangka mengajak anak-anak kami liburan ke Legoland. Ini adalah kali kedua kami kesana. Tepat setahun yang lalu setelah habis lebaran idul fitri kami ke tempat yang sama. Anak saya Ibnu kelihatannya belum puas pada kesempatan pertama sehingga sering terngiang-ngiang terus Legoland ini.

Selama di Johor Bahru kami menginap di hotel Puteri Pacific yang lokasinya dekat dengan pusat kota dengan tujuan akses kemana-mana dekat salah satunya adalah tempat makan. Selain itu, lokasinya hotelnya bersebelahan dengan imigrasi Malaysia di Woodlands sehingga untuk kembali ke Singapura cukup menyeberang jalan saja.

Naya sempat mengabadikan beberapa moment sesampai di hotel tempat kami menginap.

Setelah bersih-bersih dan shalat magrib, kami menuju JB city square untuk makan malam di sana dan menghabiskan beberapa waktu disekitarannya dan selanjutnya kembali ke hotel untuk istirahat malam karena besok pagi akan berangkat ke Legoland.

Keesokan harinya setelah sarapan pagi di hotel, tepat pukul 10.00 pagi kami menuju Legoland. Naya dan Ibnu tampak sangat senang dan sudah tidak sabar untuk sampai untuk segera menikmati seluruh jenis permainan yang ada.

Beberapa momen yang sempat kami abadikan:

Gerbang utama Legoland.

Kereta api mini yang jalurnya mengitari beberapa area di Legoland.

Ayah bergaya dengan narsis di atas mini kereta api sebelum kereta apinya berangkat.

Sesaat sebelum aktraksi dengan Ninja Go.

Di depan restoran Legoland, bunda dan anak-anak mengabadikannya.

Ibnu begitu tertarik dengan miniatur kesibukan pelabuhan laut tempat bongkar muat barang-barang.

Naya berpose di samping miniatur pigeon yang berbunyi layaknya pigeon sungguhan.

Naya berpose di dekat Jerapah.

Di atas ketinggian dengan pemandangan sekitar Legoland.

Kunjungan teman serumah semasa SMA dan kuliah

Hari selasa malam saya bertemu dengan salah satu teman serumah saat SMA dan kuliah di Bandung. Aryo begitu kami memanggilnya. Setelah sebelas tahun akhirnya bisa berjumlah lagi di negeri orang (Singapura) karena Ia kebetulan ada tugas kantor. Jadilah kami membuat janji di Orchard road.

Walaupun di negeri orang, saya sendiri lebih senang mengajak mereka ke rumah makan Indonesia karena selera kita belum tentu sama dengan makanan yang ada di sini (catatan: jenis makanan yang ada di sini sebagian besar sama karena terbilang masih satu rumpun antara Indonesia dan Singapura).

Saya mengajak Aryo dan keluarganya untuk makan disekitaran Orchard Road tepatnya di Lucky Plaza, tempat di mana restoran Bebek Pak Ndut berada.

Berikut photo sebagai kenang-kenangan pertemuan kami.

 

Menemani anak tidur sambil melanjutkan koding

Malam ini sambil menemani anak pertama saya tidur, saya mencoba melanjutkan kode program yang belum terselesaikan juga. Di jam kerja pastinya saya tidak bisa melakukan koding karena pekerjaan utama yang harus diselesaikan. Kode program yang sedang penulis kerjakan ini sebenarnya saling berkaitan walaupun sifatnya sebagai penunjang saja.

Target penulis, kode program ini harus terlesaikan seluruhnya sebelum akhir tahun sehingga bisa benar-benar bermanfaat untuk proses monitoring jaringan. Selama ini saya melakukannya secara parsial sesuai kebutuhan saja, nah target akhirnya adalah keseluruhan statistik jaringan dapat termonitor secara otomatis.

Satu hal yang menjadi kendala adalah larangan untuk menyimpan server yang tidak teregistrasi oleh pihak operator di sini. Untuk mendapat izin tentu saja tidak mudah dan belum tentu di-approve. Jadilah program ini berjalan di laptop penulis dan setiap terkoneksi ke jaringan operator maka program akan bekerja secara otomatis.

 

Akhirnya bisa berkumpul kembali bersama keluarga

Kondisi ideal setelah berkeluarga tentu saja tetap satu kota dengan istri/suami dan anak-anak. Namun saat ini, banyak keluarga yang sulit berada di satu kota. Seorang ayah mungkin saja harus bekerja jauh dari kota tempat istri dan anak-anaknya berada (walaupun ini sebenarnya adalah sebuah pilihan hidup dan semua pilihan tersebut ada konsekuensinya).

Sejak bulan Februari 2017, istri dan anak-anak telah ikut bersama saya ke Singapura. Kebetulan istri sedang menempuh pendidikan PhD sehingga bisa off dari kantor selama menjalani study S3-nya. Alhamdulillah tahun ini adalah kesempatan kedua yang Allah SWT berikan. Saya dan keluarga bisa berkumpul bersama kembali sejak awal pernikahan kami. Kesempatan pertama waktu bekerja di Ericsson Philippines. Istri dan anak-anak sempat ikut selama 40 hari karena istri mengambil cuti panjang dan anak-anak pun masih kecil.

Saat masih bekerja di Jakarta, istri dan anak-anak saya tetap di Bandung dan hanya bertemu setiap akhir pekan. Kondisi yang sama setahun lalu, setiap minggu atau kadang kala dua minggu sekali (jika beban pekerjaan agak banyak) saya kembali ke Bandung dari Singapura.

Kebersamaan bersama keluarga tentu adalah sebuah nikmat Allah SWT yang benar-benar harus disyukuri.  Lihatlah kebahagiaan anak-anak saya saat akan mengantar ibunya ke Malaysia beberapa waktu lalu. Photo di ambil di daerah Sentosa island Singapura.