Di Merlion Park Singapura

Salah satu ikon wisata Singapura adalah Merlion Park yang terkenal itu dan tempat yang wajib didatangi oleh para wisatawan ketika berkunjung ke sini.

Saya lupa kapan saya ambil photo ini. Mungkin saat kunjungan kedua atau ketiga kalinya.

Buku Biografi Khalifah Rasulullah

Buku ini saya beli sekitar tahun 2013 saat masih bekerja di Ericsson Indonesia. Belinya di toko buku Gramedia di Pondok Indah Mall (PIM) Jakarta. Namun sayang belum sempat terbaca sampai saya ke Bandung kemarin dan melihat buku ini di tumpukan rak buku. Saya bawa ke Singapura untuk dibaca. Saat tulisan ini ditulis, baru selesai terbaca khalifah pertama setelah Rasulullah meninggal dunia yakni Abu Bakar.

Walaupun belum sempat membaca kisah Umar, Ustman dan Ali tapi setidaknya membuka sedikit wawasan saya tentang bagaimana perjuangan sahabat-sahabat utama Rasulullah untuk menegakkan Islam sepeninggal Rasulullah, bagaimana usaha sahabat untuk memerangi banyaknya nabi-nabi palsu yang bermunculan serta banyaknya orang-orang arab yang kembali menyembah berhala (murtad) setelah memeluk islam.

Tongkat estafet pertama dipegang oleh Abu Bakar untuk memimpin umat islam yang pusat pemerintahannya di Madinah. Saat pemilihan Abu bakar sebagai khalifah, awalnya terjadi perselisihan antar kaum Anshar (penduduk Madinah) dan kaum Muhajirin (penduduk Makkah) yang hijrah ke Madinah karena masing-masing kaum menginginkan menjadi pemimpin. dari Kaum Anshar ada Abu Ubaidah ibn al-Jarrah sementara dari kaum Muhajirin ada Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Umar tentu saja menolak untuk menjadi khalifah karena ada Abu Bakar salah satu sahabat paling utama nabi. Keutamaan-keutaman Abu Bakar akan saya ceritakan ditulisan yang lain saat mengupas satu demi satu kisah hidup para Khalifah Rasulullah.

Kaum Anshar memberi argumentasi mengapa pemimpin kaum muslimin harusnya dipegang olehnya. Mereka beralasan bahwa mereka adalah penolong Allah dan pemelihara Islam, sedangkan kalian – kaum Muhajirin – adalah kaum yang besar, namun sebagian kecil kaummu telah menyimpang.

Mendengar ucapan dari kaum Anshar, Abu Bakar bangkit berbicara yang dikenal sangat lemah lembut dan santun. Beliau memulai kata-katanya dengan pujian dan sanjungan kepada kaum Anshar. “Kebaikan yang kalian sebutkan tentang Anshar sama sekali tidak salah. Namun ketahuilah, kekhalifahan paling layak dipegang oleh seorang Quraisy yang mulia. Ia adalah orang Arab yang mulia dari sisi keturunan dan keluarga. Sungguh aku rida jika kekhalifahan dipegang oleh salah seorang dari dua orang mulia ini (Umar dan Abu Ubaidah). Berbaitlah kepada salah satu diantara keduanya sesuai dengan keinginan kalian”, ujar Abu Bakar sambil memegang tangan Umar ibn al-Khaththab dan Abu Ubaidah ibn al-Jarrah yang duduk di sisinya. Keduanya bangkit berdiri untuk dibaiat. Namu Umar berkata menanggapi ucapan Abu Bakar, “Sungguh aku menyukai ucapan Abu Bakar kecuali tentang diriku. Demi Allah, seandainya saat ini aku dibunuh dan mati, itu lebih kusukai dibanding harus memimpin suatu kaum yang di dalamnya ada Abu Bakar.”

Begitulah begitu banyaknya keutamaan yang dimiliki oleh Abu Bakar diantara para sahabat utama Rasulullah sehingga beliaunya yang paling layak menjadi Khalifah pertama kaum muslimin. Singkat cerita, Abu Bakarlah yang menjadi Khalifah pertama.

Beliau menjadi khalifah dalam waktu singkat yakni dua tahun lamanya. Selama periode kekhalifahannya, beliau memberantas nabi-nabi palsu yang banyak bermunculan, orang-orang murtad serta memerangi kaum Romawi dan Persia. Dari keseluruhan peperangan kaum muslimin hanya sekali saja kalah di medan perang itu pun karena koordinasi yang kurang baik.

Ketika kaum muslimin menghadapi pasukan Syria-Romawi di perang Yarmuk dimana pasukan kaum muslimin saat itu hanya berjumlah sekitar 24.000 yang dipimpin oleh Khalid ibn al-Walid sementara pasukan Romawi berjumlah 120.000 orang. Ada salah seorang pahlawan Islam yang ikut berperang dengan gagah berani yakni Said ibn Zaid. Biarlah ia menuturkan betapa dahsyatnya peperangan yang berlangsung di perang Yarmuk itu.

Pasukan Romawi datang mendekati kami dengan gegap gempita dan bergerak bagaikan sebuah gunung besar yang digerakkan tangan gaib. Di depan mereka berjalan para panglima perang dan para pendeta pembawa panji-panji Romawi sambil meneriakkan seruan peperangan. Di belakang mereka para tentara yang bersuara bagaikan halilintar menggemakan yel-yel peperangan.

Namun akhirnya pasukan Romawi kalah. Hiraklius raja Romawi merasa heran, bingung, kaget dan sedih mendengar kabar kekalahan pasukannya di Yarmuk. Ketika sisa pasukannya datang menghadap, Heraklius berkata, “Ceritakanlah kepadaku kaum yang mengalahkan kalian itu, bukankah mereka manusia biasa seperti kalian?”

Mereka menjawab, “Benar”. “Apakah jumlah mereka lebih banyak ataukah kalian yang lebih banyak?”

Salah seorang pemimpin pasukan yang tersisa itu berkata, “Kami kalah karena mereka adalah kaum yang selalu shalat di malam hari dan berpuasa di siang hari; mereka menepati janji, serta menyeruh kepada kebaikan-kebaikan dan mencegah kemungkaran; mereka saling menolong dan saling berbagi di antara mereka. Sebaliknya, kami adalah sekumpulan orang yang suka minum arak, berzina, melakukan segala yang diharamkan, mengkhianati janji, saling memurkai, menzalimi. menyeruh kepada keburukan serta mencegah manusia dari segala yang diridai Allah. Kami juga selalu membuat kerusakan di muka bumi.”

Heraklius berkata, “Engkau benar.”

Singapore, 9 August 2018.

Menikmat Angkutan Kota (Angkot) Bandung

Sudah lama saya tidak naik angkot saat berada di Bandung akibat banyaknya alternatif transportasi umum saat ini seperti gojek, gocar, grab. Dua minggu lalu (hari Sabtu dan Minggu) saya di Bandung untuk sebuah keperluan yang mendesak. Namun karena kartu telepon Indonesia saya tidak dilengkapi dengan paket data sehingga dua hari tersebut tidak memiliki akses Internet.

Jadilah saya tidak bisa menggunakan aplikasi online untuk memesan gojek/gocar/grab. Solusinya adalah menggunakan transportasi konvensional yakni angkutan kota alias angkot. Ternyata masih banyak masyarakat yang menggunakan angkot di tengah persaingan moda transportasi yang sangat beragam sekarang.

Photo yang saya ambil saat perjalanan dari Riung Bandung menuju Samsat (Sukarno Hatta) tanpa meminta izin terlebih dahulu ke penumpang lain (Maaf ya bu dan de’).

Asyik juga merasakan naik angkot setelah sekian lama tidak menggunakannya.

Gagap Teknologi – Pencairan Cek

Bekerja di industri teknologi informasi dan telekomunikasi seharusnya melek teknologi termasuk hal-hal yang berhubungan dengan dunia keseharian.

Minggu kemarin saya, istri, dan anak-anak ke bank OCBC untuk mencairkan cek sisa uang kursus bahasa inggris anak saya.

Baru kali ini saya berhubungan dengan urusan cek sehingga tidak tahu seluk beluknya dan konyolnya lagi tidak cari-cari di Internet sebelum berangkat.

Sesampai di bank OCBC di Paya Lebar mall, saya pun mengambil antrian. Sepuluh menit menunggu, giliran dipanggil oleh teller. saya perlihatkan cek tersebut ke teller bank dan setelah diperiksa olehnya, sang teller pun mengatakan bahwa pencairan bukan di teller OCBC, tetapi di deposit box atau ke teller bank DBS dimana cek akan dicairkan. Saya hanya memiliki rekening di bank DBS sehingga harus mencairkannya di bank DBS juga walaupun ceknya dari bank OCBC.

hehe, udik juga ternyata…

Yang lagi ramai tentang pelican crossing di Jakarta

Semalam sempat melihat berita yang lagi hangat di Jakarta tentang pembongkaran JPO (jembatan penyeberangan orang) dan menggantikannya dengan pelican crossing oleh gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Timbul pro dan kontra.

Saya sendiri mendukung tindakan tersebut karena tujuan utamanya adalah untuk estetika kota dan tujuan jangka panjang yakni akan disiapkan underpass untuk penyeberangan. Bagi saya ini bukan sesuatu yang perlu diperdebatkan karena sesuatu yang lumrah dan tidak terlalu istimewa.

JPO sendiri sebenarnya bisa menjadi ditampilkan lebih menarik tanpa merusak pemandangan/estetika kota. Saya ambil contoh di Singapura untuk penyeberangan orang ada tiga yakni JPO, pelican crossing, dan underpass. Ketiga-tiganya tetap dipakai.

Photo berikut terlihat pelican crossing di Marine Parade Singapura yang di sisi kirinya sedang ada proyek MRT.

Sementara photo berikut adalah salah satu Underpass untuk penyeberangan orang di stasiun MRT Paya Lebar yang menghubungkan bus stop dan stasiun MRT serta Mall perbelanjaan sehingga saling terintegrasi satu dengan yang lainnya.

Photo berikut untuk JPO di daerah Upper east coast road.

Terkadang masyarakat kita terlalu banyak menghabiskan energi untuk berdebat tentang sesuatu yang tidak perlu. Masih banyak hal lain yang lebih bermanfaat untuk dipikirkan dan bukan untuk diperdebatkan.

Singapura, 3-Agustus-2018

Ibnu tamat Taman Kanak-kanak Little Star SIS

Syukur alhamdulillah Ibnu telah lulus TK little star Sekolah Indonesia Singapura (SIS) bulan Juni ini dan Insya Allah Juli 2018 nanti masuk kelas satu di sekolah yang sama. Semoga berkah ilmu dan menjadi anak sholeh pemimpin dunia dan agama kelak yang akan menolong agama Allah.

Function di Perl

Hampir satu bulan saya tidak meng-update blog dan hari ini kebetulan saya lagi menulis beberapa skrip untuk keperluan kantor.

Beberapa bagian saya sudah lupa karena lama tidak menggunakan skrip tersebut. Skripnya adalah bagaimana menulis fungsi dan memanggil dalam program.


=head1 NAME

Lib::Function.pm - Perl module that will be used to populate all function

=head1 SYNOPSIS

B<use Lib::Function.pm>

=head1 LICENSE

This code is copyright by Askari Azikin <I<askari.azikin@ericsson.com>>,
This program comes with ABSOLUTELY NO WARRANTY.
You are free to redistribute this code under the terms of the GNU
General Public License, version 2 or later.

=head1 AUTHOR

Askari Azikin <askari.azikin@ericsson.com>

Copyright (C) 2017

Revision History:

* Apr 16, 2017 Askari Azikin First Draft

=cut

package Lib::Function;

use strict;
use warnings;

sub new
{
     my $class = shift;
     my $self = {
            outfile => shift,   # to store scalar variable
            result_array => [], # to store array variable
     };
     bless ($self, $class);
     return $self;
}

sub write_to_file_format1
{
    my ($self, $outfile, @result) = @_;
    $self->{outfile} = $outfile if defined($outfile);
    push (@{$self->{result_array}}, @result);

    open (FH, '>', $self->{outfile}) or die "open FH filehandle failed $!";
    for (@{$self->{result_array}})
    {
        print FH $_;
    }
    close(FH);
}

1;

Untuk memanggil fungsi di atas dapat menggunakan skrip berikut.


$call_func->write_to_file_format1($result_file, @result);

 

The Dependent Pass

Two months ago, my family had to leave Singapore for three days because their dependent pass was expired. While waiting my company to extend the DP, they had to use visit pass as temporary before getting the new DP. On that time, it had already been used two times for entering and staying in Singapore .

When my company extended my employment pass (EP), we decided not to extend my family’s dependent pass first for one reason that can’t be shared. but two months later, I had to extend it if they still wanted to stay here. It was consumed more than three weeks to get approval from MoM.

The visit pass will have maximum 30 days for allowing us to stay in Singapore on the first attempt. The second attempt onward, the immigration officer will reduce the maximum days of staying. When entering Singapore on that time, I explained to them that my family’s dependent pass was still on progress and hasn’t got approval yet then he gave me 30 days again so it’s good.

In the event of DP is not released/approved yet after 30 days, they have to leave Singapore again. When updating this blog, We have received the DP card.

Bandung was our choice for spending three days. In Bandung, we spent our time to do what we want such as shopping, eating at our favorite restaurant, and meeting our neighbourhood as I never see them for almost one year. So it is really nice, right?

This is a moment when we enjoyed our dinner at one restaurant in Bandung.

 

My Eating Habits

In Singapore, there are lots of food courts that we can find easily wherever we go. Most of people here are going out for breakfast, lunch, and dinner together with their family.

For me, I’m not really interested in it. I prefer taking my own lunch at office or going home for lunch rather than taking lunch at food court. But of course back to our choice!

There are two reasons why I prefer going home for lunch such as pick my son up from school and I’m very concern with the healthy food.

When eating foods at food court, everybody can’t guarantee the ingredients are cleaned well; how about the spoon, fork, and plate are being used? Have they already been washed with soap or water only?

One day, I and my colleague went for lunch at one of the food courts near from our customer office. While waiting my ordered food and standing in front of the court,  I saw the soup cup was washed without soap and ready to be used by another customer.

Seeing that situation, I changed my mind for having there and decided taking away at least try to avoid using their stuff.

-Eat only if you are hungry, and stop eating when you feel satisfied, not full-

Installing CPAN module without root access for Solaris OS

Manual Installation

In order to install CPAN modules without root access on Solaris OS, The following steps can be used:

1. Create lib/perl5 in your home directory (my prefer shell is bash so I change to bash)

 
> bash
$ pwd
/home/easkazi 
$ mkdir -p lib/perl5

2. Download/copy the CPAN module source from search.cpan.org and store them in the home directory e.g in CPAN directory.

$ mkdir CPAN
$ ls -ltr
Tk-ToolBar-0.12.tar.gz
Tk-804.034.tar.gz 
Tk-Splashscreen-1.0.tar.gz 

3. Unzip those CPANs by using the following command:

$ cd CPAN
$ tar -zxvf Tk-ToolBar-0.12.tar.gz
$ cd Tk-ToolBar-0.12

4. Install CPAN modules

 
$ /usr/perl5/bin/perlgcc Makefile.PL LIB=~/lib/perl5 PREFIX=~/lib/perl5
$ /usr/bin/gmake MAKE=/usr/bin/gmake
$ /usr/bin/gmake MAKE=/usr/bin/gmake test
$ /usr/bin/gmake MAKE=/usr/bin/gmake install

5. Add the new CPAN library so that Perl can find installed modules in the new library.

 
$ PERL5LIB=$PERL5LIB:/home/easkazi/lib/perl5
$ export PERL5LIB

The above is a temporary solution so when we log off and log on again to the system then shell prompt will not recognize that libraries. For this case, we have to add the following line in our scripts:


use lib '/home/easkazi/lib/perl5'

6. Ensure the CPAN module can be used by Perl

 
$ perl -e "use Tk::ToolBar"

The original source of this tutorial from http://twiki.org/cgi-bin/view/Codev/SolarisInstallCookbookPerlModules

Makan Siang Perpisahan dengan Phoebe

Baru sempat menulis cerita ini walaupun waktunya sendiri sudah beberapa bulan yang lalu. Tapi tidak mengapa setidaknya bisa buat kenang-kenangan suatu saat nanti. Proyek yang kita kerjakan di operator Singtel sudah hampir selesai waktu itu sehingga project manager kami memutuskan untuk mengurangi team.

Proyek ini memakan waktu selama dua tahun lamanya. Saya sendiri ikut ke proyek tersebut tidak dari awal. Phoebe adalah orang pertama yang ikut di dalamnya. Selama pengerjaannya silih berganti orang yang masuk dan keluar dan alhamdulillah dapat terselesaikan.

Berikut photo kenang-kenangan yang saya ambil saat makan siang perpisahan dengan Phoebe karena akan kembali lagi ke Ericsson China untuk penugasan berikutnya di negara lain lagi.

Sukses terus buat Phoebe….

 

Genap sudah usia saya 37 tahun

Tidak terasa hari ini sy berulang tahun yg ke 37. Setengah kurang dari usia Rasulullah. Ya Allah berikanlah kepada hambamu ini keberkahan di sisa usia hambamu ini.

Karena istri dan anak-anak sedang berada di Bandung jadi terpaksa makan di luar sendiri. Hari ini sy mampir ke bebek pak Ndut di Tampines persis di samping stasiun MRT. Awal perkenalan saya dengan restoran bebek pak Ndut ini dari salah satu teman kantor. Beliau mentraktir kami di suatu siang saat jam istirahat kantor.

Karena kurang pergaulan, saya baru ngeh kalau ada restoran ini di daerah Tampines padahal saya setahun tinggal di daerah sana (Jan 2016 – Jan 2017).

Menu yang saya pesan bebek goreng, tahu telur, dan es cendol.

 

Akhirnya Bisa Punya Waktu Setup Email kawananu.com

Setelah sekian lama tidak sempat untuk setup mail server kawananu.com. Akhirnya hari ini saya sempat dan sudah berjalan dengan baik. Bagi siapa saja yang ingin berkorespondensi dengan saya bisa melayakankan email ke kari @ kawananu.com ( tanpa spasi).

Bagi yang mengirimkan e-mail dari gmail, silahkan untuk memeriksa direktori spam gmail anda karena email dari kawananu.com dikategorikan sebagai spam.

The end of December 2017

I can’t imagine that now by the end of December 2017, I have been working and living in Singapore for 2 years. I want to say Alhamdulillah to Allah SWT.

For my family, they moved to here as well on February 2017 to accompany me. Embassy of the republic of Indonesia has made School for our Indonesian people so that it’s easy for us who has children need to go to school. Of course the curriculum will be not different with school in Indonesia.

So far, We really enjoy living in Singapore due to this is the first time I can live with them together as before I worked in Jakarta and on the other hand my wife and our children lived in Bandung and I could only meet them on the weekend.

Now, I can take my children to school and pick them up on the afternoon back to home. I have lost my times with my children for almost 7 years and syukur Alhamdulillah, Allah gives me times for living with my lovely family now.

Singapore, December 2017.

Making an argument as optional in Python function

Sometimes we need to make an argument as optional so that people using the function can choose to provide extra information only if they want to.

For example, say we want to expand get_user_name() in the previous topic to handle middle names as well.

Here is the python code to fulfill the the requirement above:


#!/usr/bin/python

# Give the middle_name argument an empty default value and ignore
# the argument unless the user provides a value,
# We set default value of middle_name to an empty string and 
# move it to the end of the list parameters

def get_user_name (first_name,last_name,middle_name=''):
    """ Return a full name"""
    if middle_name:
       full_name = first_name + ' ' + middle_name + ' ' +last_name
    else:
        full_name = first_name + ' ' +last_name
 
    return full_name.title()
 
my_user_name = get_user_name('Askari','Azikin')
my_completed_user_name = get_user_name('Askari','Azikin','Basa')
 
print(my_user_name)
print(my_completed_user_name)

Penulisan Fungsi di Python dan di Perl

Fungsi di bahasa pemrograman berfungsi untuk menghindari penulisan kode program yang berulang sehingga untuk melakukan sebuah fungsi atau perintah tertentu cukup dituliskan satu kali saja.

Berikut penulisan fungsi di Python dan di Perl:

Di bahasa Python fungsi selalu diawali dengan kata ‘def’

#!/usr/bin/python

def get_user_name (first_name,last_name):
    full_name = first_name + ' ' + last_name
    return full_name.title() # or return full_name

my_user_name = get_user_name('Askari','Azikin')
print (my_user_name)

Sedangkan di bahasa Perl, fungsi selalu diawali dengan kata ‘sub’. karakter ‘$$’ menunjukkan bahwa fungsi tersebut akan menerima inputan sebanyak dua variabel skalar. karakter ini bersifat opsional saja sehingga bisa saja tidak dituliskan. Sedangkan ‘@_’ bisa juga diganti dengan ‘shift’ dimana keduanya untuk menerima masukan/input untuk selanjutnya diproses di dalam fungsi tersebut.

#!/usr/bin/perl -w

sub get_user_name ($$)
{
   my ($first_name, $last_name) = @_;
   my $full_name = "$first_name $last_name";
   return $full_name;
}

my $user_name = get_user_name ('Askari', 'Azikin');
print "$user_name\n";

Menyalin keluaran dari linux command line ke sebuah file

Materi ini sebenarnya pernah saya tulis di buku saya yang berjudul ‘Debian GNU/Linux’ tapi saya tidak memiliki softcopy-nya lagi sekarang sementara hardcopy-nya ada di Bandung. Saat ini saya lagi ngoprek tentang Hadoop di atas mesin virtualisasi dan seluruh output-nya ingin saya simpan dalam bentuk logfile.

Di mesin server saya tidak ada X-Window sehingga seluruh aktifitas saya di Linux harus menggunakan command line.

Untuk menyimpan seluruh logfile dari command line dapat menggunakan perintah berikut:


debian:~# command | tee -a result.log

alternatif lain:


debian:~# command &> result.log

Bedanya adalah pada perintah pertama outputnya akan ditampilkan di layar monitor dan saat yang bersamaan juga tersalin ke result.log sementara perintah kedua tidak.

Tujuan saya sebenarnya perintah berikut:


debian:~# xl create -c HadoopDataNode.cfg | tee -a result.log

 

Python untuk Perl Programmer

Karena kebutuhan untuk big data, saya mulai mendalami Python namun Perl tentu saja masih menjadi bahasa favorit saya.

Mudahan-mudahan ada kesempatan untuk membuat buku dengan judul ‘Python untuk Perl Programmer’. Berikut perbandingan kode program untuk menghasilkan keluaran yang sama.

Perl

Python

Liburan Sekolah telah tiba

Liburan sekolah tahun ini kami kedatangan tamu dari Bandung. Danti adik sepupu istri mengambil cuti kerja untuk liburan ke Singapura yang bertepatan dengan liburan sekolah anak-anak saya. Banyak waktu luang buat anak-anak dan Danti selama liburan kali ini.

Berbagai tempat kami datangi sekedar untuk menemani Danti selama di sini.

Beberapa photo yang sempat saya abadikan sebagai berikut minus Danti untuk menjaga privasi orang:

1. Ayah, Bunda dan Kakak Naya di Universal Studio Singapore

2. Ayah, Bunda, Kakak Naya, Ibnu di Merlion Park Singapore

3. Ayah, Bunda, Kakak Naya, Ibnu di Merlion Park Singapore

Membiasakan Anak-anak ke Perpustakaan

Fasilitas publik yang dimiliki oleh negara Singapura memang cukup membuat masyarakatnya merasa dimanjakan karena hampir seluruh fasilitas disediakan oleh pemerintah Singapura, salah satunya adalah perpustakaan umum yang ada di hampir setiap daerah.

Fasilitasnya juga lumayan mewah ditambah lagi dengan penggunaan teknologi terkini yang selalu ter-update diterapkan di semua perpustakaan. Bagi Singaporean atau penduduk asli dan permanent resident (PR) untuk pembuatan kartu perpustakaan sebagai syarat untuk meminjam buku bersifat gratis sementara bagi foreigner diwajibkan membayar S$40 untuk pembuatan kartu tersebut.

Jumlah maksimal buku yang boleh dipinjam adalah 8 buku untuk 3 minggu. Buku-buku yang dimiliki oleh perpustakaan di sini pun selalu terupdate. Satu hal menarik juga adalah kita tidak perlu mengambalikan buku di perpustakaan tempat kita meminjam tetapi dapat dikembalikan di perpustakaan mana saja. Sebagai contoh saya meminjam buku di NLB Marine Parrade kemudian buku tersebut saya kembalikan di NLB Bukit Panjang.

Naya dan Ibnu kami biasakan untuk ke perpustakaan dan meminjam buku dalam rangka memupuk budaya bacanya. lihat saja aksi Ibnu dan Naya yang sedang membaca di salah satu perpustakaan di sini.

Liburan ke kampung halaman Makassar dan Jeneponto

Tanggal 5 September 2017 (sore) saya berangkat dari Singapore ke Jakarta dan selanjutnya ke Makassar dalam rangka pernikahan adik ipar di Makassar. Dari bandara Changi menggunakan pesawat Air Asia pada pukul 17:00 dan sampai di Jakarta pukul 18:20. Penerbangan selanjutnya menuju Makassar pada pukul 21:55 dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Setiba di Makassar sekitar pukul 01:30 dini hari, istri dan bapak mertua serta anak-anak ikut menjemput di bandara Sultan Hasanuddin. Pagi hari ada beberapa urusan yang harus dilakukan sekaligus makan siang diluar bersama keluarga di rumah makan Ayam Goreng Sulawesi.

Pada malam harinya ada juga acara makan malam diluar bersama keluarga besar istri namun sayang saya lupa untuk mendokumentasikannya. Tempatnya di rumah makan New Losari.

Di hari berikutnya, saya, istri, anak-anak, adik saya Ipink dan keluarga, serta adik sepupu saya Fuad menuju Jeneponto dalam rangka mengunjungi orang tua di sana (Orang tua istri tinggal di Makassar sementara orang tua saya tinggal di Jeneponto). Sehingga jika kami pulang kampung maka Makassar dan Jeneponto adalah dua kota/kabupaten yang harus kami datangi.

Banyak acara di Jeneponto seperti makan  malam bersama keluarga besar beserta jamaah masjid raya Jeneponto. Keesokan harinya setelah shalat Jumat, saya, Fuad, Lala, dan Rifri (anak kakak saya) makan coto kuda di Belokallong.

Sore hari, saya mengajak istri dan anak-anak saya untuk keliling Jeneponto terutama di daerah-daerah dimana masa kecil saya habiskan dulu dilanjutkan ke pantai.

Selepas magrib, kami pun kembali ke Makassar karena keesokan harinya akan ada acara mappaccing adik ipar di Makassar dan dilanjutkan akad nikah dan resepsi pada hari minggu siang dan hari minggu malam.

Selain itu, kami juga sempat mengabadikan momen bersama keluarga besar saya.

Syukuran ulang tahun Naya dan Appreciation Dinner dari Ericsson Singapore

Hari ini saya mengajak istri dan anak-anak saya makan di salah satu restoran Indonesia yang ada di Singapore dalam rangka syukuran hari kelahiran anak kami yang pertama Naya (8 tahun – semoga menjadi anak sholehah, pintar, sukses dunia dan akhirat, aamiin ya Allah).

Tujuan kami adalah restoran IndoChili yang terletak di Zion Road. Kami memilih untuk duduk di teras restoran karena anak saya yang kedua Ibnu tidak suka dengan ornamen-ornamen antik seperti patung, serta kembang-kembang yang ada di dalam restoran.

Walaupun ada sedikit perdebatan kecil antara Naya dan Ibnu karena sang kakak ingin duduk di dalam sementara sang adik ingin duduk di luar karena alasan di atas namun pada akhirnya kakak bisa mengalah. Berikut tampak depan dari restoran tersebut.

Ini photo-photo kami sekeluarga saat berada di restoran tersebut:

Selain yang kami makan di tempat seperti rawon, nasi goreng lengkap, serta minuman, ada beberapa menu yang dibawa pulang untuk makan malam seperti sate, ikan bakar, gule kambing, dan gado-gado.

Alhamdulillah di waktu yang bersamaan saya juga mendapat ‘appreciation dinner’ dari kantor sehingga acara makan-makan kali ini sifatnya gratis alias dibayar oleh Ericsson (terima kasih).

Menghabiskan waktu istirahat kerja di perpustakaan Singapura

Jika sedang ke kantor Singtel di Bukit Panjang, di saat jam istirahat dan sedang off makan siang maka tujuan utama adalah mengunjungi perpustakaan umum (NLB) di dekat sana. Kebetulan perpustakaannya baru dibuka kembali dan suasananya sangat nyaman untuk menghabiskan waktu 1 jam-an di dalam perpustakaan.

Seseorang keliatannya sedang membuat program sedang asyik di depan komputernya ditemani sebuah buku di atas meja. Memang suasana yang tenang menjadikan tempat ini sangat cocok untuk melalukan aktifitas menulis kode program.

Photo Masa Kecil Dulu di Makassar

Barusan dapat kiriman WA message dari adik sepupu saya Fadli. hehe ternyata photo saat masih SMP di Makassar dulu sekitar tahun 1993-1996. Kak Adi memangku adik sepupu saya Fadli sementara saya memangku Fuad. Sekarang mereka sudah besar-besar semua. Sungguh waktu begitu cepat berjalan.

Harus sering-sering memantau statistik

Sebagai seorang engineer di dunia telekomunikasi terkadang kita harus sering memantau statistik untuk memastikan bahwa segala aktifitas perubahan yang dilakukan di perangkat telko tersebut tidak memberikan impact terhadap end user. Sebuah perangkat telekomunikasi harus memiliki tingkat availability 99.99 %.

Ini adalah salah satu perangkat software yang saya buat bersama dua orang kawan untuk menunjang aktifitas pekerjaan saya selama ini. Kami menggunakan Perl, expect, laravel, dan highcharts untuk menghasilkan software seperti berikut.

Sangat membantu karena penulis dapat memastikan tidak ada masalah dengan perangkat yang sedang kami modifikasi. Tidak terbayang berapa banyak orang akan komplain ke kami jika terjadi masalah setelah perubahan yang dilakukan ternyata membawa dampak pada sistem. Tentu saja revenue buat operator akan hilang dan kepercayaan masyarakat terhadap sebuah operator telekomunikasi juga akan berkurang dan beralih berlanggan ke operator lain.

Legoland Malaysia

Hari Jumat kemarin kami bertolak ke Malaysia (Johor Bahru – JB) dalam rangka mengajak anak-anak kami liburan ke Legoland. Ini adalah kali kedua kami kesana. Tepat setahun yang lalu setelah habis lebaran idul fitri kami ke tempat yang sama. Anak saya Ibnu kelihatannya belum puas pada kesempatan pertama sehingga sering terngiang-ngiang terus Legoland ini.

Selama di Johor Bahru kami menginap di hotel Puteri Pacific yang lokasinya dekat dengan pusat kota dengan tujuan akses kemana-mana dekat salah satunya adalah tempat makan. Selain itu, lokasinya hotelnya bersebelahan dengan imigrasi Malaysia di Woodlands sehingga untuk kembali ke Singapura cukup menyeberang jalan saja.

Naya sempat mengabadikan beberapa moment sesampai di hotel tempat kami menginap.

Setelah bersih-bersih dan shalat magrib, kami menuju JB city square untuk makan malam di sana dan menghabiskan beberapa waktu disekitarannya dan selanjutnya kembali ke hotel untuk istirahat malam karena besok pagi akan berangkat ke Legoland.

Keesokan harinya setelah sarapan pagi di hotel, tepat pukul 10.00 pagi kami menuju Legoland. Naya dan Ibnu tampak sangat senang dan sudah tidak sabar untuk sampai untuk segera menikmati seluruh jenis permainan yang ada.

Beberapa momen yang sempat kami abadikan:

Gerbang utama Legoland.

Kereta api mini yang jalurnya mengitari beberapa area di Legoland.

Ayah bergaya dengan narsis di atas mini kereta api sebelum kereta apinya berangkat.

Sesaat sebelum aktraksi dengan Ninja Go.

Di depan restoran Legoland, bunda dan anak-anak mengabadikannya.

Ibnu begitu tertarik dengan miniatur kesibukan pelabuhan laut tempat bongkar muat barang-barang.

Naya berpose di samping miniatur pigeon yang berbunyi layaknya pigeon sungguhan.

Naya berpose di dekat Jerapah.

Di atas ketinggian dengan pemandangan sekitar Legoland.

Lebaran Idul Fitri di Negeri Orang (Singapura)

Lebaran tahun ini adalah lebaran ketiga saya di negeri orang dan lebaran kedua buat istri dan anak-anak saya. Tahun ini kami shalat idul fitri di Masjid Kampung Siglap (Kampoeng Siglap Mosque) yang posisinya dekat dengan rumah dimana kami tinggal. Tidak ada yang spesial tentunya jika dibanding jika berlebaran bersama orang tua dan keluarga besar di Makassar dan Jeneponto.

Setelah shalat ied, kami pun langsung pulang ke rumah setelah bersalam-salaman dengan saudara kita sesama muslim. Istri telah menyiapkan masakan khas lebaran seperti ketupat, opor ayam, rendang serta sambal goreng hati.

Oh iya, kelihatannya kebiasaan masyarakat melayu di Singapura adalah membagikan amplop berisi uang untuk anak-anak di masjid. Anak kami Naya dan Ibnu juga ikut kebagian amplop tersebut. Alhamdulillah.

Upgrade ke Debian Stretch (9)

Setelah beberapa tahun tidak bersentuhan dengan Debian lagi, pada hari ini saatnya saya meng-upgrade rilis debian server kawananu.com ke rilis terbaru yakni stretch (9). Sebagaimana ditulisan sebelumnya bahwa beberapa orang yang terlibat langsung membangkitkan server kawananu.com ada di tautan ini.

Repository-nya sendiri masih saya arahkan langsung ke ftp.debian.org karena kambing.ui.ac.id belum terupdate.

$ cat /etc/debian_version
9.0

8 Marine Terrace, Singapore

18-June-2017

Pencil sebagai alternatif Microsoft Visio

Pencil adalah salah satu software yang dapat digunakan untuk menggambar sebagai alternatif pengganti Microsoft Visio yang harganya cukup menguras kantong.

Saya mulai menggunakan software ini baru beberapa saat yang lalu dan hasilnya cukup memuaskan sehingga tidak terpikirkan lagi untuk menggunakan Visio.

Bahasa Pemrograman Python

Penulis sudah membeli buku bahasa pemrograman Python ini tapi belum sempat menamatkan isinya. Secara konsep mirip-mirip dengan Perl atau bahasa pemrograman lain. Penulis sendiri sih meyakini bahwa menulis kode program Python seharusnya lebih mudah dibanding dengan bahasa lain seperti Perl, Java, Erlang, dll.

Sayangnya belum ada program Python yang penulis hasilkan karena masih lebih tertarik menyelesaikan seluruh problematika komputasi dengan bahasa Perl.

Photo di bawah sebenarnya buat gaya-gaya saja karena baru beberapa lembar halaman yang berhasil saya baca. Photo ini penulis upload sebagai bahan pemberi semangat bagi diri penulis dan bagi orang lain yang mungkin belum memiliki semangat untuk belajar bahasa pemrograman.

@Marine Terrace, Singapore 25/05/2017

Kunjungan teman serumah semasa SMA dan kuliah

Hari selasa malam saya bertemu dengan salah satu teman serumah saat SMA dan kuliah di Bandung. Aryo begitu kami memanggilnya. Setelah sebelas tahun akhirnya bisa berjumlah lagi di negeri orang (Singapura) karena Ia kebetulan ada tugas kantor. Jadilah kami membuat janji di Orchard road.

Walaupun di negeri orang, saya sendiri lebih senang mengajak mereka ke rumah makan Indonesia karena selera kita belum tentu sama dengan makanan yang ada di sini (catatan: jenis makanan yang ada di sini sebagian besar sama karena terbilang masih satu rumpun antara Indonesia dan Singapura).

Saya mengajak Aryo dan keluarganya untuk makan disekitaran Orchard Road tepatnya di Lucky Plaza, tempat di mana restoran Bebek Pak Ndut berada.

Berikut photo sebagai kenang-kenangan pertemuan kami.

 

Menemani anak tidur sambil melanjutkan koding

Malam ini sambil menemani anak pertama saya tidur, saya mencoba melanjutkan kode program yang belum terselesaikan juga. Di jam kerja pastinya saya tidak bisa melakukan koding karena pekerjaan utama yang harus diselesaikan. Kode program yang sedang penulis kerjakan ini sebenarnya saling berkaitan walaupun sifatnya sebagai penunjang saja.

Target penulis, kode program ini harus terlesaikan seluruhnya sebelum akhir tahun sehingga bisa benar-benar bermanfaat untuk proses monitoring jaringan. Selama ini saya melakukannya secara parsial sesuai kebutuhan saja, nah target akhirnya adalah keseluruhan statistik jaringan dapat termonitor secara otomatis.

Satu hal yang menjadi kendala adalah larangan untuk menyimpan server yang tidak teregistrasi oleh pihak operator di sini. Untuk mendapat izin tentu saja tidak mudah dan belum tentu di-approve. Jadilah program ini berjalan di laptop penulis dan setiap terkoneksi ke jaringan operator maka program akan bekerja secara otomatis.

 

Koleksi buku bahasa pemrograman terus bertambah

Sejak kepindahan ke Singapura setahun lalu, koleksi buku-buku text book bahasa pemrograman penulis terus bertambah sebagai referensi saat melakukan koding.  Walaupun belum seluruhnya dibaca, namun saat dibutuhkan tentu saja penulis dapat membuka buku-buku tersebut.

Penulis mulai melirik bahasa Python sebagai bahan perbandingan dengan Perl. Oleh karena itu, koleksi buku-buku bahasa pemrograman di rumah mulai dihiasi juga oleh Python selain Erlang dan Java tentunya. Alasan lain mulai tertarik dengan Python karena alasan pasar yang mulai didominasi oleh Python.

Seperti biasa, penulis melakukan pembelian buku melalui online di www.opentrolley.com.sg dan rata-rata pesanan akan datang tujuh hari kerja.

 

 

Orang-orang yang berjasa di balik kebangkitan server kawananu

Tulisan sebelumnya sudah membahas bahwa saya kembali bisa ngeblog dan tulisan-tulisan lama bisa kembali ada di weblog ini. Beberapa tahun yang lalu, komputer server saya di ISP mengalami kerusakan akibat usia komputer tersebut memang sudah tua. Namun karena ISP tempat dimana saya melakukan collocation server di Makassar dan saya sendiri berdomisili tidak di Makassar sehingga cukup kesulitan untuk mengganti server tersebut. Baru di bulan Mei 2017 ini server kawananu kembali bisa mengudara dan melayani kebutuhan blog saya. Berikut orang-orang yang cukup berjasa mewujudkan server ini bisa aktif:

1. Fuad Reza Fachlevi – Adik Sepupu

2. Achmad Yusri Afandi – Sahabat

3. Pihak ISP – Bu Darmi dan Pak Warno